Perang Timur Tengah "Paksa" Asia Kembali Andalkan Batu Bara

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perang di Timur Tengah memaksa sejumlah negara Asia kembali mengandalkan batu bara untuk menutup kekurangan pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Melansir Bloomberg pada Jumat (20/3/2026), negara-negara mulai dari Korea Selatan hingga Indonesia dan Bangladesh kini memprioritaskan batu bara sebagai sumber pembangkit listrik setelah konflik yang semakin intens mengganggu pasokan gas dari kawasan eksportir utama.

Salah satu negara yang terdampak paling parah adalah Qatar, rumah bagi fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia yang selama ini menjadi pemasok utama bagi pasar Asia.

Fasilitas Ras Laffan Industrial City dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia.

Ketika pasar gas global tertekan akibat lonjakan harga, negara-negara Asia mulai mencari sumber energi alternatif. Pilihan yang paling cepat adalah kembali mengandalkan bahan bakar utama mereka selama ini, yakni batu bara.

Analis Rystad Energy, Sam Chua, mengatakan batu bara telah lama menjadi bahan bakar dominan dalam bauran energi pembangkit listrik di Asia, dengan kontribusi lebih dari 40%–50% di kawasan tersebut.

Baca Juga

  • BI Intervensi Rupiah di Pasar Offshore saat Libur Lebaran, Antisipasi Gejolak Timur Tengah
  • Strategi Pertamina Jaga Pasokan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah
  • Penerbangan oleh Maskapai Asing Mulai Pulih dari Dampak Krisis di Timur Tengah

“Namun yang terjadi saat ini adalah percepatan penurunan permintaan gas karena LNG menjadi terlalu mahal bagi pembeli yang sensitif terhadap harga,” ujarnya.

Contoh paling jelas terjadi di Bangladesh. Negara itu mengurangi pasokan gas ke pembangkit listrik dan industri pupuk, lalu menggantinya dengan kapasitas pembangkit berbasis batu bara.

Chua memperkirakan pola serupa akan terjadi di negara-negara lain di Asia Selatan dan Asia Tenggara, karena pemerintah berupaya menghindari risiko pemadaman listrik yang dapat memicu dampak politik.

Sebagian besar ekspor LNG Qatar selama ini memang dikirim ke Asia. Namun, serangan terbaru disebut telah merusak sekitar 17% kapasitas produksi negara tersebut.

Di saat yang sama, penutupan de facto jalur pelayaran di Selat Hormuz membuat pengiriman gas menjadi hampir mustahil dilakukan.

Lonjakan harga gas juga merembet ke pasar batu bara. Harga kontrak berjangka batu bara Newcastle, yang menjadi acuan kawasan Asia Pasifik, melonjak ke level tertinggi sejak akhir 2024.

Kondisi tersebut mendorong produsen batu bara di kawasan meningkatkan ekspor. 

Indonesia sebagai pemasok terbesar dunia bahkan mengizinkan perusahaan tambang meningkatkan produksi, berbalik dari kebijakan sebelumnya yang membatasi output untuk menjaga harga.

Langkah lain juga ditempuh sejumlah negara. Korea Selatan mencabut batas kapasitas pembangkit listrik berbasis batu bara, sementara produsen listrik terbesar di Jepang membuka kemungkinan beralih ke batu bara apabila gangguan pasokan energi dari Timur Tengah berlanjut.

Sementara itu, Filipina tengah berunding dengan Indonesia untuk mengamankan tambahan pasokan batu bara guna memastikan stabilitas pasokan listrik.

Kecenderungan kembali ke bahan bakar fosil paling kotor tersebut menunjukkan bagaimana kebutuhan ekonomi saat ini mengalahkan target lingkungan.

Gangguan energi di Timur Tengah memunculkan keraguan terhadap gas alam yang selama ini dipromosikan sebagai jembatan menuju energi terbarukan.

Dalam waktu dekat, pemerintah di Asia juga berpacu dengan waktu menjelang musim panas, ketika gelombang panas meningkatkan penggunaan pendingin udara dan biasanya mendorong permintaan listrik ke puncaknya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Review Phantom Lawyer, Drakor Bertema Hukum dengan Pendekatan Supranatural
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Diskon Tarif Tol 10 Persen Diberlakukan Saat Arus Balik Lebaran di Ruas Kayuagung–Palembang
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Gubernur Khofifah Berangkatkan 4.000 Pemudik Gratis dan Raih Rekor Nasional Pembangunan Palang Pintu Kereta
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Libur Lebaran, Bus Transjakarta Operasikan Bus Atap Terbuka untuk Wisatawan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Literasi Hadir di Jalur Mudik
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.