Bisnis.com, JAKARTA— Stasiun Gambir masih dipadati pemudik pada H-1 Lebaran, Jumat (20/3/2026). Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pantauan Bisnis sekitar pukul 15.45 WIB menunjukkan aktivitas di stasiun masih padat. Sejumlah pemudik tampak baru tiba, sementara lainnya menunggu di kursi yang disediakan maupun di area gerai di Stasiun Gambir. Kursi tunggu terlihat penuh oleh penumpang yang hendak berangkat.
Sebagian besar pemudik membawa barang bawaan dalam jumlah banyak, seperti koper dan ransel. Meski demikian, tidak terlihat penumpukan antrean yang signifikan.
Petugas keamanan Stasiun Gambir mengatakan kondisi pada H-1 Lebaran ini masih tergolong ramai, meskipun tidak sepadat hari-hari sebelumnya.
“Memang puncak mudiknya sudah kemarin-kemarin tapi ini juga masih ramai hitungannya,” katanya.
Salah satu pemudik, Lidya, yang akan berangkat menuju Jember mengaku kerap memilih berangkat dari Stasiun Gambir karena jadwalnya sesuai dan durasi perjalanan relatif singkat.
Dia juga menyebut harga tiket tahun ini sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
“Karena memang tiap tahun udah biasa mudik dengan harga segitu, jadi enggak kaget. Paling beda 100-200 ribuan lah dari tahun lalu,” katanya.
Selain pemudik, terdapat pula masyarakat yang datang hanya untuk mengantar keluarga. Salah satunya Sutiyoso.
“Oh saya kebetulan enggak mudik, cuma nganter saudara ke Jogja,” katanya.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat volume keberangkatan penumpang kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir mencapai 16.847 orang pada Jumat (20/3/2026). Adapun jumlah kedatangan tercatat sebanyak 4.559 penumpang.
Beberapa kereta favorit dari Stasiun Gambir antara lain Pandalungan, Argo Semeru, Gunungjati, dan Pangandaran.
Secara keseluruhan, wilayah Daop 1 Jakarta mencatat volume keberangkatan penumpang mencapai 50.636 orang pada hari ini, sedangkan volume kedatangan tercatat sebanyak 18.162 penumpang (data dinamis).
Untuk stasiun lain, keberangkatan tertinggi tercatat di Stasiun Pasar Senen sebanyak 18.802 penumpang dan Stasiun Bekasi sebanyak 8.647 penumpang. Sementara itu, kedatangan tertinggi tercatat di Stasiun Pasar Senen sebanyak 7.061 penumpang dan Stasiun Jatinegara sebanyak 2.343 penumpang.
Hingga 20 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, tingkat okupansi kereta api jarak jauh mencapai 71 persen dengan total penjualan tiket sebanyak 767.829 tiket.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan tren keberangkatan penumpang menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal periode angkutan Lebaran.
“Pada periode 11 hingga 20 Maret 2026, tercatat sebanyak 482.596 penumpang telah diberangkatkan dari wilayah Daop 1 Jakarta. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Franoto dalam keterangan pada Jumat (20/3/2025).
Franoto menambahkan, periode 11–20 Maret 2026 merupakan masa dengan tingkat penjualan tertinggi (pra-Lebaran), dengan puncak penjualan terjadi pada 18 Maret sebanyak 53.576 tiket.
Dari total kapasitas 1.083.623 tempat duduk kereta api jarak jauh, saat ini masih tersedia 312.618 kursi untuk periode 20 Maret hingga 1 April 2026. Secara rinci, sisa kursi terdiri dari 195.344 untuk kelas eksekutif, 100.047 untuk ekonomi komersial, dan 17.227 untuk ekonomi PSO.
Sementara itu, untuk periode arus balik atau pasca-Lebaran pada 23 Maret hingga 1 April, masih tersedia sekitar 301.715 tempat duduk.





