JAKARTA, KOMPAS.com - Polri menyiagakan sebanyak 317.666 personel untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia saat puncak perayaan Lebaran.
"Pengamanan tahun ini melibatkan total 317.666 personel yang disiagakan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia," kata Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol Tjahyono, dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Selain personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos operasi yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis.
Baca juga: Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Gratis, Sopir Bus Jalani Tes Urine dan Alkohol
Pengamanan difokuskan pada berbagai obyek vital dan pusat aktivitas masyarakat.
Tercatat sebanyak 121.803 masjid dan 54.561 lokasi shalat Idul Fitri menjadi prioritas pengamanan.
Selain itu, aparat juga disiagakan di 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, serta 268 stasiun kereta api.
Pengamanan juga mencakup 2.966 pusat perbelanjaan dan 4.647 lokasi wisata rekreasi.
Tjahyono memastikan seluruh jajaran kewilayahan telah siap melaksanakan pengamanan, khususnya di tempat ibadah.
“Pengamanan sudah disiapkan oleh kewilayahan, untuk masjid-masjid atau tempat ibadah yang akan digunakan Shalat Id. Jadi kesatuan kewilayahan sudah siap semua melakukan pengamanan," ujar dia.
Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026, Kapolri: Saat Ini 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Dalam pelaksanaannya, Polri mengedepankan langkah preemtif dan preventif, yang didukung dengan penegakan hukum secara tegas dan terukur.
Seluruh personel juga disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kepadatan arus lalu lintas, takbir keliling, hingga meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat keramaian.
Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Tentara Nasional Indonesia dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Polri mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Masyarakat diminta untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Baca juga: Hari ke-6 Mudik Lebaran, Kapolri: Kecelakaan Turun 40,91 Persen Dibanding 2025
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak bersikap anarkis serta tetap menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.
Dalam situasi darurat, masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline Polri di nomor 110 yang tersedia selama 24 jam.
"Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergisitas lintas sektor, Polri optimistis pelaksanaan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif," pungkas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




