Jakarta: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali menggelar program mudik gratis pada tahun ini. Sekitar 19 ribu pemudik dari Jakarta diberangaktkan menuju berbagai daerah di Jateng.
Keberangkatan dilakukan secara bertahap menggunakan transportasi bus dan kereta api. Keberangkatan pertama dilakukan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin 16 Maret 2026. Sebanyak 325 bus disediakan untuk mengangkut hampir 17 ribu pemudik.
Dalam program mudik gratis tahun ini Bank Jateng menyiapkan 53 armada bus yang masing-masing dapat mengangkut sekitar 50 penumpang. Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menjelaskan seluruh armada bus yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan dan kelaikan.
"Dan memang dalam hal ini kita tidak hanya menyediakan armada tapi kita juga harus meyakinkan bahwa armada yang kita sediakan itu layak, nyaman, dan aman, di mana armada yang kita sediakan ini sudah menggunakan standar emisi Euro 4, sehingga ramah lingkungan. Dan juga di dalam konvoi armada bus ini kita juga menyediakan satu ambulans, sehingga merupakan antisipasi manakala dibutuhkan fasilitas medis bagi para penumpang. Sehingga harapan kami penumpang ini dalam perjalanannya nyaman, aman, selamat, dan bermanfaat," ujar Bambang, dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 20 Maret 2026.
Baca Juga :
Tips Aman Mudik Naik Motor, Jaga Stamina dan Keselamatan di PerjalananKemudian, pada Selasa 17 Maret 2026, Pemprov Jateng bersama stakeholder terkait memberangkatkan ratusan peserta mudik gratis menggunakan moda transportasi kereta api dari Stasiun Pasar Senen. Total ada 648 pemudik diberangkatkan yang terbagi dalam delapan gerbong.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan program mudik gratis ini bertujuan untuk membantu perantau, khususnya pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online (ojol), penyandang disabilitas, pedagang kecil, hingga pekerja rumah tangga agar bisa pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi.
"Mudik gratis lewat kereta ini kita gunakan agar mereka yang tadinya tidak dapat naik bus, mereka naik kereta. Untuk bus, terhitung hari ini sudah hampir 325 bus dengan asumsi masyarakat 16 ribu. Artinya hampir 18 ribu masyarakat kita kita berikan mudik gratis dengan Bank Jateng, dengan semua stakeholder bersama-sama. Prinsip kami sebagai gubernur memberikan jaminan kepada masyarakat kita yang pekerja informal dari mulai pembantu rumah tangga, Gojek, kemudian kuli bangunan dan lain sebagainya, mereka bisa menikmati lebaran dengan adanya mudik gratis menyisihkan uangnya untuk di kampung," kata Ahmad Luthfi
Dengan adanya program mudik ini, para pemudik dapat pulang ke kampung halaman dengan lebih mudah dan nyaman. Pemprov Jateng pun berharap layanan ini bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat setiap musim mudik Lebaran.



