Prabowo Tunda Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, RI Tegaskan Tak Mau Lucuti Senjata Hamas

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Prabowo Subianto memutuskan menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina. Keputusan ini menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah akibat perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin terlibat dalam operasi militer apapun, termasuk melucuti senjata kelompok Hamas.

Baca Juga :
Prabowo Malam Takbiran di Medan, Lebaran di Aceh
Prabowo Sebut Serangan Air Keras ke Aktivis Tindakan Terorisme: Harus Kita Usut!

"Kita tidak mau terlibat dalam mengambil senjata, deweaponization dari Hamas. Kita tidak mau ikut. Yang kita mau adalah menjaga rakyat sipil dari serangan mana pun," kata Presiden Prabowo dalam tayangan "Presiden Prabowo Menjawab" yang dikutip di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2026

​Prabowo menjelaskan bahwa misi ini merupakan wujud perjuangan konsisten bangsa Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina sejak dahulu. "Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," tegasnya

Ia menekankan, Indonesia siap mengirim pasukan dalam kerangka Board of Peace (BoP) selama semua pihak menyetujui keterlibatan tersebut.

​Menurut Kepala Negara, persetujuan dari para tokoh Palestina dan negara-negara mayoritas Muslim menjadi syarat mutlak. Negara-negara tersebut meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.

​Selain dukungan negara kawasan, Prabowo menggarisbawahi pentingnya penerimaan dari pihak de facto di lapangan. “Hamas harus menerima kita. Itu saya sampaikan. Karena we want to be a peacekeeping force,” ujarnya.

​Dalam mekanisme BoP, Presiden menjelaskan adanya aturan national caveats atau batasan nasional yang dihormati. Hal ini memberikan hak bagi setiap negara anggota untuk menentukan keterlibatan sesuai prinsip nasional masing-masing.

​Terkait batasan tersebut, Prabowo memastikan Indonesia mengambil posisi tegas untuk tidak melakukan konfrontasi bersenjata.

"Kita tegas, kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas," tegas Prabowo.

​Namun, Presiden mengungkapkan bahwa rencana pengiriman pasukan saat ini sedang ditangguhkan atau dalam status on hold. ​Penangguhan dilakukan setelah pemerintah melakukan serangkaian konsultasi dengan berbagai pihak terkait situasi geopolitik yang belum kondusif.

"Setelah terjadi perang begini, kita konsultasi, tapi de facto-nya adalah everything on hold. Ya, saya sudah umumkan," ungkapnya

​Sedianya, Indonesia berencana mengirim hingga 8.000 personel TNI untuk misi stabilisasi kemanusiaan dan bergabung dengan International Stabilization Force (ISF). Meski persiapan internal TNI telah berjalan, pemberangkatan tetap menunggu mandat resmi PBB dan situasi keamanan yang memungkinkan.

Baca Juga :
Prabowo Minta Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Diusut Tuntas ke Aktor Intelektualnya
Waspadai Dampak Geopolitik, Prabowo Kumpulkan Menteri Garap Strategi Penghematan Energi
Prabowo Sebut Ada 1.000 SPPG Diberhentikan Sementara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Denada Tak Paksa Diakui Sebagai Ibu Setelah Bertemu Ressa
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
China Kutuk Pembunuhan Kepala Keamanan Iran Ali Larijani: Tak Dapat Diterima
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pemprov Jakarta Gelar Halalbihalal 11 April di Lapangan Banteng
• 2 jam laludetik.com
thumb
KAI Sumut Angkut 11.118 Kiloliter BBM untuk Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Serangan Drone Iran Picu Kebakaran Kilang Kuwait
• 5 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.