Jakarta (ANTARA) - Otoritas futsal Indonesia terus berusaha menjalin koneksi global, salah satunya lewat kehadiran Federasi Futsal Indonesia (FFI) dan Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) di Copa de Espana 2026 yang dilangsungkan di Granada, Spanyol, Jumat.
Kehadiran FFI dan KFI di ajang yang diakui sebagai salah satu tolok ukur futsal dunia sejak 1989/1990 tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan para pelaku utama industri futsal global.
"Serius go global bukan sekadar slogan. Kami datang untuk memastikan Indonesia diperhitungkan," kata Direktur Utama KFI Rorian Pratakysa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Rorian pihaknya senantiasa membuka diri untuk terus menimba ilmu dari pihak-pihak yang selama ini diakui memiliki kompetensi membangun industri futsal dunia.
Pihaknya juga terus membangun koneksi dan membuka akses dengan para pengambil keputusan industri futsal global.
"Agar futsal Indonesia tidak lagi berada di pinggiran, tetapi masuk dalam peta utama futsal dunia," katanya.
Baca juga: FFI panggil 19 pemain untuk pemusatan latihan kejuaraan ASEAN
Baca juga: Juara PFL bakal tampil dalam Intercontinental Futsal Cup
Sementara itu, Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menegaskan kehadiran Indonesia di ajang yang berlangsung 19–22 Maret tersebut harus memberikan dampak nyata.
"Target kami jelas setelah forum ini, semua pihak di ekosistem futsal global tahu bahwa Indonesia ada," katanya.
FFI yakin bahwa kehadiran di Copa de Espana 2026 mewakili semangat upaya memperjelas positioning futsal Indonesia baik dari level pembinaan, kepelatihan, hingga koneksi industri.
"Semua kami dorong agar futsal Indonesia masuk dalam radar elit dunia," ujar Michael.
Selain Rorian dan Michael, delegasi Indonesia juga diisi oleh penasehat FPL Jose Tirado, serta Direktur teknik FFI sekaligus pelatih timnas futsal putra Hector Souto.
Copa de Espana 2026 mempertemukan delapan tim terbaik Liga Spanyol, yakni ElPozo Murcia Costa Calida, FC Barcelona Futsal, Movistar Inter, Illes Balears Palma Futsal, Jaen Paraiso Interior, Jimbee Cartagena Costa Cálida, Quesos El Hidalgo Manzanares, serta Vina Albali Valdepenas yang dikenal sebagai representasi standar tertinggi futsal dunia.
Selain menyaksikan pertandingan hingga final, termasuk Copa de Espana kategori juvenil, FFI dan KFI juga memanfaatkan momentum untuk mempelajari sistem pembinaan usia muda yang menjadi fondasi kekuatan futsal Spanyol.
Agenda strategis lainnya adalah pelaksanaan coaching progress bersama Real Federacion Espanola de Futbol (RFEF), yang berfokus pada penguatan metodologi kepelatihan, kurikulum pengembangan pemain, serta sistem pembinaan berjenjang.
Dari sisi nonteknis, FFI dan KFI juga melakukan pertemuan dengan sejumlah jenama olahraga global dan mitra industri untuk membuka peluang kolaborasi komersial.
Baca juga: Banjarbaru jadi tuan rumah pekan kedelapan Pro Futsal League
Baca juga: KONI dukung rancangan komprehensif Campus League bina atlet futsal
Kehadiran FFI dan KFI di ajang yang diakui sebagai salah satu tolok ukur futsal dunia sejak 1989/1990 tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan para pelaku utama industri futsal global.
"Serius go global bukan sekadar slogan. Kami datang untuk memastikan Indonesia diperhitungkan," kata Direktur Utama KFI Rorian Pratakysa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Rorian pihaknya senantiasa membuka diri untuk terus menimba ilmu dari pihak-pihak yang selama ini diakui memiliki kompetensi membangun industri futsal dunia.
Pihaknya juga terus membangun koneksi dan membuka akses dengan para pengambil keputusan industri futsal global.
"Agar futsal Indonesia tidak lagi berada di pinggiran, tetapi masuk dalam peta utama futsal dunia," katanya.
Baca juga: FFI panggil 19 pemain untuk pemusatan latihan kejuaraan ASEAN
Baca juga: Juara PFL bakal tampil dalam Intercontinental Futsal Cup
Sementara itu, Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menegaskan kehadiran Indonesia di ajang yang berlangsung 19–22 Maret tersebut harus memberikan dampak nyata.
"Target kami jelas setelah forum ini, semua pihak di ekosistem futsal global tahu bahwa Indonesia ada," katanya.
FFI yakin bahwa kehadiran di Copa de Espana 2026 mewakili semangat upaya memperjelas positioning futsal Indonesia baik dari level pembinaan, kepelatihan, hingga koneksi industri.
"Semua kami dorong agar futsal Indonesia masuk dalam radar elit dunia," ujar Michael.
Selain Rorian dan Michael, delegasi Indonesia juga diisi oleh penasehat FPL Jose Tirado, serta Direktur teknik FFI sekaligus pelatih timnas futsal putra Hector Souto.
Copa de Espana 2026 mempertemukan delapan tim terbaik Liga Spanyol, yakni ElPozo Murcia Costa Calida, FC Barcelona Futsal, Movistar Inter, Illes Balears Palma Futsal, Jaen Paraiso Interior, Jimbee Cartagena Costa Cálida, Quesos El Hidalgo Manzanares, serta Vina Albali Valdepenas yang dikenal sebagai representasi standar tertinggi futsal dunia.
Selain menyaksikan pertandingan hingga final, termasuk Copa de Espana kategori juvenil, FFI dan KFI juga memanfaatkan momentum untuk mempelajari sistem pembinaan usia muda yang menjadi fondasi kekuatan futsal Spanyol.
Agenda strategis lainnya adalah pelaksanaan coaching progress bersama Real Federacion Espanola de Futbol (RFEF), yang berfokus pada penguatan metodologi kepelatihan, kurikulum pengembangan pemain, serta sistem pembinaan berjenjang.
Dari sisi nonteknis, FFI dan KFI juga melakukan pertemuan dengan sejumlah jenama olahraga global dan mitra industri untuk membuka peluang kolaborasi komersial.
Baca juga: Banjarbaru jadi tuan rumah pekan kedelapan Pro Futsal League
Baca juga: KONI dukung rancangan komprehensif Campus League bina atlet futsal





