JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kekhawatiran pemudik di ibu kota ialah kendaraan bermotor yang rawan menjadi target pencurian selama masa libur Lebaran.
Bagi warga Jakarta yang hendak pulang kampung dan mencari tempat aman untuk meninggalkan kendaraan roda dua, Stasiun Palmerah bisa menjadi alternatif penitipan motor yang terjangkau sekaligus relatif aman.
Firman, salah satu petugas di Stasiun Palmerah, menyebut pihak stasiun menyediakan fasilitas parkir inap resmi yang dapat dimanfaatkan oleh para pemudik.
“Ada, di sini Stasiun Palmerah kita memang ada layanan fasilitas parkir inap buat penumpang, jadi bisa ditinggal diinapkan di sini selama mudik,” ujar Firman saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Jakarta Sepi Jelang Lebaran, Driver Taksi Online Justru Kebanjiran Order
Meski demikian, Firman mengingatkan bahwa kapasitas area parkir di stasiun tersebut terbatas.
“Tapi memang keterbatasannya kalau di Stasiun Palmerah itu adalah lahan parkirnya yang kecil, enggak sebesar stasiun lainnya seperti Senen atau Gambir,” ucapnya.
Sejauh ini, sekitar 15 motor telah dititipkan secara inap di parkiran Stasiun Palmerah.
Menurut Firman, salah satu daya tarik utama fasilitas parkir inap di Stasiun Palmerah maupun stasiun KRL lainnya adalah tarif yang dinilai cukup terjangkau.
Ia membandingkan biaya parkir di Stasiun Palmerah dengan kantong-kantong parkir di sekitar stasiun besar antarkota yang cenderung lebih mahal.
“Tarifnya itu kalau di sini sebenarnya lebih murah dibanding di Stasiun Pasar Senen atau Gambir. Kalau di Pasar Senen atau Gambir, apalagi di sana banyak yang parkir tidak resmi ya, itu bisa sampai Rp 50.000 per harinya, per 24 jamnya,” ungkap Firman.
Baca juga: Curhat Driver Ojol H-1 Lebaran di Jakarta: 5 Jam Narik Baru Dapat 3 Penumpang
Sementara itu, tarif parkir inap di Stasiun Palmerah disebut jauh lebih rendah.
“Di sini untuk parkir inap 24 jam pertama Rp 10.000, lalu setelah lewat 24 jam jadi Rp 15.000 per hari. Jadi kalau misalnya dari Jumat sampai Senin, totalnya sekitar Rp 40.000,” jelasnya.
Fasilitas penitipan motor ini tidak hanya ramai saat musim Lebaran. Pada hari-hari biasa, area parkir tersebut juga menjadi andalan para pekerja komuter.
Menurut Firman, kepercayaan yang sudah terbangun membuat layanan parkir inap di Stasiun Palmerah tetap diminati.
“Di sini ramai karena selain mudik, di hari-hari biasa juga banyak pekerja yang menginapkan motornya. Jadi kalau rumahnya jauh, mereka titip inap di sini,” ujarnya.
Baca juga: Blok M Sepi Menjelang Lebaran, Pengunjung Restoran Viral “Berasa VIP”
Para pengguna yang sudah terbiasa menitipkan motor di Stasiun Palmerah pun cenderung kembali menggunakan fasilitas tersebut saat mudik.
Bagi pemudik, lokasi parkir di stasiun KRL juga dinilai strategis karena terintegrasi dengan moda transportasi lain dan memudahkan perjalanan menuju stasiun keberangkatan utama dengan biaya tambahan yang minim.
“Jadi dia datang dari rumah naik motor, dititip di sini, lalu lanjut ke Stasiun Pasar Senen atau Gambir naik KRL. Cuma sekitar Rp 3.000,” tutup Firman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




