Bedug-bedug nampak berjejer di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Sejumlah warga pun antusias menikmati malam takbiran di kawasan itu pada Jumat (20/3) malam.
Selain itu, terdapat pawai obor yang mengitari Bundaran HI dan panggung yang tepat berada di depan air mancur memeriahkan area ini dengan tampilan musik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan acara ini merupakan Jakarta Bedug Kolosal sebagai puncak perayaan Eid Mubarak di Jakarta.
"Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian perayaan Idulmubarak Jakarta yang terasa semakin semarak dengan kehadiran 1.000 bedug dari 261 kelurahan di Jakarta serta perwakilan dari Provinsi Banten dan Sumatera Barat," ucap Pramono dalam sambutannya.
Sementara itu, Pramono mengungkapkan sebanyak 5.000 peserta yang terlibat dalam pawai obor di sini. Mereka juga diiringi oleh pawai mobil hias dan dilatari dengan pertunjukan air mancur.
"Diselenggarakan pawai obor yang melibatkan 5.000 peserta pawai mobil hias serta pertunjukan air mancur bertema Jakarta Rhythm of the Fountain yang menghadirkan sukacita menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri," tutur Pramono.
Melalui agenda ini, Pramono bertujuan untuk menghadirkan agenda malam takbir yang aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Lebih dari itu, kata Pramono acara di Bundaran HI tidak sekadar memberikan hiburan, melainkan memperkuat ikatan sosial masyarakat Jakarta.
"Lebih dari sekadar sarana hiburan, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan, mempererat harmoni sosial, serta menjadi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan karya masyarakat," ucap Pramono.
"Sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta," imbuhnya.
Selain itu, Pramono juga menyoroti momen malam takbiran yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi saat Kamis (19/3) kemarin. Menurutnya hal ini merupakan momen pengingat agar masyarakat Jakarta hidup berdampingan di tengah keberagaman.
"Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa warga Jakarta adalah rumah bagi keberagaman, tempat berbagai tradisi dan keyakinan hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati," ujar Pramono.
Menyambung mengenai keberagaman Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mengatakan kegiatan malam ini adalah hal yang dirindukan. Katanya hal ini menunjukkan Jakarta sebagai kota yang inklusif dengan keberagaman agama.
"Jakarta sebagai kota inklusif, seluruh pernak-pernik keagamaan dilaksanakan di sini," kata Khoirudin.





