Penjualan Tiket KAI Tembus 3,6 Juta Jelang Lebaran 2026, Okupansi 82%

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penjualan tiket kereta api telah melampaui 3,6 juta menjelang Lebaran 2026 atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan tren perjalanan mudik menggunakan kereta api terus menunjukkan peningkatan sejak pertengahan Maret 2026.

"Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang meningkat secara bertahap, khususnya pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota,” ujar Anne dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/3/2026).

Adapun, hingga 20 Maret 2026, jumlah tiket terjual telah melampaui 3,69 juta atau setara tingkat okupansi 82,2% dari total 4,49 juta tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Dengan capaian tersebut, Anne menyebut masih tersedia sebanyak 799.009 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pada layanan kereta api jarak jauh, penjualan tiket tercatat mencapai 3,29 juta atau 92,2% dari total kapasitas 3,57 juta tempat duduk. Artinya, masih tersedia 279.639 kursi yang dapat dipesan untuk perjalanan mudik maupun arus balik.

Baca Juga

  • KAI Catat 3,5 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual Jelang Lebaran 2026
  • Seskab Teddy: Tiket Kereta Kerakyatan Lebih Murah, Fasilitas Naik untuk Mudik
  • Penjualan Tiket Kereta Lebaran di Cirebon Tembus 41.000, Kursi Masih Tersedia

Sementara itu, pada layanan kereta api lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket mencapai 407.566 atau sekitar 44% dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat 519.370 kursi yang dapat dimanfaatkan pelanggan.

Adapun, pada Jumat (20/3/2026), pergerakan pelanggan masih tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 196.314 pelanggan kereta api jarak jauh telah dijadwalkan berangkat, dengan tingkat okupansi sementara mencapai 120,1%. Angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.

Anne menambahkan, tingkat okupansi di atas 100% merupakan hal yang dimungkinkan dalam operasional kereta api jarak jauh karena adanya pola perjalanan dinamis dalam satu rangkaian.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” jelas Anne.

Sejumlah kereta api dengan permintaan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket pada sejumlah perjalanan tertentu, termasuk melalui pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan. KAI juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel agar peluang memperoleh tiket semakin besar.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan Lebaran dengan baik agar mudik berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” pungkas Anne.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Suspend 1.030 Dapur MBG yang Tak Sesuai Standar
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wijaya 80 dan Sal Priadi Rilis Single “Bulan Bintang, Garis Menyilang” Bertema Cinta di Tengah Perbedaan
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Orang Tua Wajib Tahu! Cara Kelola THR Anak agar Tidak Disalahgunakan
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam dan Antam Retro Hari ini Obral Jumbo
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda Metro Imbau Warga Tak Konvoi Saat Malam Takbiran
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.