VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi Rp50.000 per hari kepada setiap pencari koin di sekitar Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang. Kompensasi diberikan agar mereka tidak melakukan kebiasaanya mengumpulkan koin selama Idulfitri demi kelancaran arus mudik.
Menurut Dedi, kebijakan insentif tunai ini, diambil agar arus mudik maupun balik Idulfitri tidak tersendat oleh aktivitas para pencari koin di badan jalan, yang selama ini kerap memicu ketersendatan arus lalu lintas di jalur utama arteri Pantura tersebut.
"Saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Jumat, 20 Maret 2026
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi menjelaskan bahwa kompensasi akan diberikan selama 12 hari, terhitung sejak enam hari sebelum (H-6) hingga enam hari setelah (H+6) Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Selama tidak beraktivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari," ujar Ade menambahkan.
Berdasarkan pendataan sementara hingga Selasa, 17 Maret 2026, tercatat ada 104 pencari koin di Desa Sukra, Indramayu, dan 55 orang di Desa Karanganyar, Subang.
Para pencari koin musiman kerap bermunculan meskipun telah ditertibkan oleh aparat keamanan. Faktor ekonomi mendorong mereka untuk mencari uang di jalan. Selain itu, tradisi yang sudah berlangsung sejak lama menjadi alasan mereka turun ke jalan.
Namun, Pemprov Jabar akan melakukan pendataan ulang melalui perangkat RT/RW untuk menyisir para pencari koin musiman yang kerap muncul akibat faktor ekonomi dan tradisi turun-temurun.
Dedi meminta seluruh warga yang terlibat dalam aktivitas penyapuan koin untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa setempat guna proses verifikasi data penerima kompensasi.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan jalur penghubung Subang-Indramayu tetap steril dari hambatan samping selama puncak arus mudik dan balik berlangsung.




