Dedi Mulyadi Beri Kompensasi Rp50 Ribu per Hari ke Penyapu Koin Indramayu selama Arus Mudik

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi Rp50.000 per hari kepada setiap pencari koin di sekitar Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang. Kompensasi diberikan agar mereka tidak melakukan kebiasaanya mengumpulkan koin selama Idulfitri demi kelancaran arus mudik.

Menurut Dedi, kebijakan insentif tunai ini, diambil agar arus mudik maupun balik Idulfitri tidak tersendat oleh aktivitas para pencari koin di badan jalan, yang selama ini kerap memicu ketersendatan arus lalu lintas di jalur utama arteri Pantura tersebut.

Baca Juga :
Jasa Marga Catat Puncak Arus Mudik Lebaran Tertinggi Sepanjang Sejarah di Indonesia, 270 Ribu Kendaraan Melintas
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi pada 24 Maret, Ini Imbauan Pemerintah

"Saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Jumat, 20 Maret 2026

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi menjelaskan bahwa kompensasi akan diberikan selama 12 hari, terhitung sejak enam hari sebelum (H-6) hingga enam hari setelah (H+6) Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Selama tidak beraktivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari," ujar Ade menambahkan.

Berdasarkan pendataan sementara hingga Selasa, 17 Maret 2026, tercatat ada 104 pencari koin di Desa Sukra, Indramayu, dan 55 orang di Desa Karanganyar, Subang.

Para pencari koin musiman kerap bermunculan meskipun telah ditertibkan oleh aparat keamanan. Faktor ekonomi mendorong mereka untuk mencari uang di jalan. Selain itu, tradisi yang sudah berlangsung sejak lama menjadi alasan mereka turun ke jalan.

Namun, Pemprov Jabar akan melakukan pendataan ulang melalui perangkat RT/RW untuk menyisir para pencari koin musiman yang kerap muncul akibat faktor ekonomi dan tradisi turun-temurun.

Dedi meminta seluruh warga yang terlibat dalam aktivitas penyapuan koin untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa setempat guna proses verifikasi data penerima kompensasi.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan jalur penghubung Subang-Indramayu tetap steril dari hambatan samping selama puncak arus mudik dan balik berlangsung.   

Baca Juga :
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Selama Arus Mudik 2026, H-3 Lebaran Catat Rekor
Arus Mudik Melandai, One Way Nasional Resmi Dihentikan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tekanan Fiskal dan Outlook Negatif Uji Kredibilitas Perekonomian Indonesia 2026
• 15 jam lalupantau.com
thumb
MU dan PSG Berebut Tanda Tangan Penyerang Muda Inter Milan Ange-Yoan Bonny: Siapa yang Akan Menang?
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Daftar Rekayasa Lalu Lintas saat Kegiatan Malam Takbiran Pemprov DKI Jakarta
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Lima Strategi Investor Hadapi Bear Market Kripto agar Tetap Untung
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tentang Konvoi yang Telah Kehilangan Relevansi
• 8 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.