JAKARTA, KOMPAS.com – Arus mudik Lebaran 2026 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho mengatakan, secara umum arus mudik tahun ini masih terkendali meski terjadi kenaikan volume kendaraan.
“Jadi memang tahun ini cukup beda, karena ada peningkatan arus mudik sejumlah 270 ribu dibandingkan tahun 2025. Ada peningkatan 4,62 persen,” ujar Agus dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (20/3/2026).
Seiring peningkatan tersebut, pemerintah mengantisipasi potensi kepadatan saat arus balik.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 2 Kali
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemberian kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan, kebijakan WFA diberikan pada 25 hingga 27 Maret 2026 agar masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan kembali ke kota asal.
“Pemerintah sudah memberikan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 25, 26, 27, sehingga untuk seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan balik ini diimbau untuk melaksanakan balik pada tanggal-tanggal tersebut,” kata Aan di Polda Metro Jaya, Jumat.
Selain arus balik, pemerintah juga mewaspadai potensi lonjakan kendaraan akibat mobilitas masyarakat untuk berwisata setelah Lebaran.
Baca juga: Korlantas Polri Resmi Hentikan One Way Nasional Arus Mudik 2026 Hari Ini
Aan menyebut, pada H+1 Lebaran, masyarakat diperkirakan akan memanfaatkan waktu libur untuk bepergian ke berbagai destinasi wisata, sehingga berpotensi menambah kepadatan di sejumlah ruas jalan.
“Masih ada ke depan yang akan dihadapi, yaitu arus wisata, karena H+1 masyarakat Indonesia akan memanfaatkan libur Lebaran ini untuk berwisata, aglomerasi. Ini juga sudah dilaporkan dari seluruh Kapolda dan telah disiapkan,” ujarnya.
Menurut dia, berbagai langkah antisipasi tersebut dilakukan untuk menekan volume kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang