Pasbata Bantu Ahmad Tri Efendi, Bocah yang Putus Sekolah demi Rawat Orang Tuanya yang Sakit

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul mendatangi rumah Ahmad Tri Efendi (10) di Jeruken, Girisekar, Panggang. Kedatangan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap bocah yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Pasbata memberikan dukungan nyata, baik moril maupun materiil, kepada Fendi dan keluarganya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan berbagai kebutuhan harian lainnya.

Baca juga: Jadikan Anak 'Periwayat' yang Baik Amalan Orang Tuanya

Rombongan Pasbata juga bertemu langsung dengan Slamet, ayah Fendi untuk memberikan semangat serta mendorong agar Fendi tetap bisa melanjutkan pendidikannya di tengah kondisi keluarga yang sulit.

Efendi diketahui merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf. Di usia yang masih belia, ia menjalani hari-hari dengan penuh tanggung jawab, mulai dari memberi minum hingga menjaga ibunya hingga larut malam.

Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar Martin dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Lebih Kuat dari Vietnam, The Economist Tempatkan Indonesia di Zona Aman Krisis Energi

Pasbata Prabowo Gunungkidul juga mendorong agar Fendi bisa kembali bersekolah dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait. “Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya,” lanjutnya.Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali bersekolah melalui pendekatan khusus, serta memastikan kedua orang tuanya mendapat penanganan kesehatan yang layak.

Ketua RT setempat, Wahono, menyebut Fendi sempat bersekolah. Namun saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi ibunya memburuk, dari kebutaan hingga gangguan saraf yang berujung lumpuh.

“Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada support dari orang tua karena keduanya sakit,” jelas Wahono.

Ayah Fendi juga mengalami gangguan saraf yang membatasi geraknya. Dalam kondisi itu, Fendi menjadi yang paling aktif merawat ibunya. “Fendi itu selalu merawat ibunya, memegangi, memberi minum. Kehadirannya bisa membuat ibunya tersenyum,” tambahnya.

Berbagai upaya telah dilakukan agar Fendi kembali sekolah, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga warga. Bahkan, ada tawaran sekolah gratis di panti asuhan di Bantul. Namun Fendi menolak karena tak ingin jauh dari ibunya.

“Kalau di panti pulangnya beberapa bulan sekali. Fendi tidak mau jauh dari ibunya,” kata Wahono. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Michael Hartono Bakal Dimakamkan di Rembang, Disemayamkan di Grand Heaven Jakarta
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Mudik 2026 Lancar, Kapolri: Laka Lantas Turun 3,23%, Fatalitas 24,61%
• 4 jam laludetik.com
thumb
Salat Idul Fitri Biasanya Mulai Jam Berapa? Ini Waktunya
• 9 jam laludetik.com
thumb
InJourney Airports: Puncak Arus Mudik di 37 Bandara Berjalan Lancar
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Rusia Bantu Iran Targetkan Pasukan AS, Sinyal Perang Proksi Memanas
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.