JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan malam takbiran bertajuk “Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, disambut antusias ribuan warga, Jumat (20/3/2026) malam.
Sejak sore hari, masyarakat mulai memadati kawasan pusat ibu kota.
Arus manusia terlihat mengalir dari berbagai penjuru, memenuhi area sekitar bundaran hingga ke halte dan jembatan penyeberangan orang.
Meski sempat diguyur hujan deras, antusiasme warga tidak surut.
Baca juga: Pawai Obor dan Karnaval Hias Semarakkan Malam Takbiran di Bundaran HI
Bahkan, jumlah pengunjung terus bertambah hingga malam hari.
Sebagian warga tampak menggunakan payung dan jas hujan, sementara lainnya tetap berjalan santai di tengah gerimis demi menikmati rangkaian acara.
Permukaan jalan yang basah memantulkan cahaya lampu dekoratif, menciptakan suasana hangat dan semarak khas malam takbiran di tengah kota.
Suara tabuhan beduk menggema bersahut-sahutan dari berbagai titik, berpadu dengan alunan musik religi dan sorotan lampu pertunjukan air mancur.
Pawai obor dan karnaval kendaraan hias yang melintas di sekitar bundaran semakin menambah kemeriahan suasana.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momen yang telah lama dinantikan masyarakat.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Ikut Menabuh Beduk Saat Takbiran di Masjid Istiqlal
“Ini kegiatan yang dirindukan oleh masyarakat dan sudah berpuluh tahun belum dilaksanakan," ujar Khoirudin, kepada awak media di lokasi, Jumat.
Ia menilai, sebagai kota inklusif yang menghadirkan beragam ekspresi keagamaan, kegiatan tersebut juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di Jakarta.
“Ini karena transaksi setiap perayaan keagamaan di Jakarta terus meningkat dengan insentif pajak,” kata dia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, tradisi beduk menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan malam takbiran tahun ini.