Puncak Arus Mudik Sudah Lewat, Kini Bersiap Menyambut Arus Balik

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Puncak arus mudik Lebaran telah terlewati, menandai berakhirnya lonjakan pergerakan masyarakat menuju kampung halaman di berbagai daerah. Setelah periode kepadatan tinggi di jalur darat, laut, dan udara, kondisi lalu lintas mulai berangsur normal meski masih terdapat pergerakan pemudik yang melakukan perjalanan susulan.

Kini, perhatian beralih pada arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah mulai bersiap mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang, termasuk dengan pengaturan hingga rekayasa lalin.

Seperti apa catatan arus mudik kemarin?

270 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta Dalam Sehari

Pada arus mudik 18 Maret lalu, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta pada hari itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan puncak volume lalu lintas mudik yang dilayani oleh Jasa Marga mencapai 270.315 kendaraan, atau naik 98,3% terhadap normal dan naik 4,6% terhadap puncak mudik Lebaran 2025.

Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

"Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Meningkat 6% dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu,” ujar Rivan di kantor Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, Jumat (20/3).

Menurut Rivan, meski jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tol Jasa Marga Group mencapai rekor tertinggi, kondisi lalu lintas dapat dikendalikan.

"Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di Jalan Layang MBZ serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional pada KM 70-KM 414. Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya," ujarnya.

Rivan juga menjelaskan, sesuai dengan skenario rekayasa lalu lintas yang telah dipersiapkan, kepadatan ditargetkan dapat terurai secara maksimal dalam waktu 1x12 jam. Pada Kamis pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan yang kembali normal.

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret

Operator jalan tol Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan balik Lebaran pada 24 Maret 2026. Tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik dengan potensi kepadatan tinggi di sejumlah ruas jalan tol.

“Prediksi kami pada arus balik nanti adalah di tanggal 24 Maret. Untuk itu kepada masyarakat agar menghindari tanggal tersebut, baik dengan kembali lebih awal atau setelahnya,” ujar Rivan Achmad.

Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy untuk memantau kepadatan jalan.

Selain itu, pengguna jalan juga diimbau mengatur waktu perjalanan dengan baik agar tetap nyaman selama arus balik.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa puncak arus balik pada 24 Maret akan direspons dengan penerapan sistem one way nasional secara bertahap.

“Diperkirakan tanggal 24 arus balik kita siapkan one way. Kemungkinan akan kita lakukan dari KM 414 hingga Pejagan, dan bisa diperpanjang jika arus masih tinggi,” ujarnya di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Jumat (20/3).

Ia menjelaskan, strategi tersebut disusun berdasarkan pengalaman pengaturan arus mudik yang sebelumnya berjalan cukup terkendali.

Pemudik Diimbau Balik 25-27 Maret

Pemerintah mengimbau masyarakat yang akan kembali dari kampung halaman agar memilih tanggal 25, 26, dan 27 Maret 2026 untuk perjalanan arus balik. Imbauan ini disampaikan guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 serta 28-29 Maret.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan, skenario arus balik telah disiapkan bersama kepolisian dan jajaran terkait.

“Laporan dari seluruh Kapolda sudah menyiapkan ini dan arus balik, ya, arus balik Pak Korlantas juga sudah menyiapkan format-format atau eh skenario yang akan dilaksanakan,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (20/3).

Ia menjelaskan, pemerintah juga telah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mendistribusikan pergerakan masyarakat.

“Puncak arus sesuai dengan prediksi arus balik ini pada tanggal 24 Maret 2026 dan 29 28 29 2026. Pemerintah sudah memberikan work from anywhere, WFA, ya, pada tanggal 25, 26, 27 sehingga untuk seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan balik diimbau untuk eh melaksanakan balik pada tanggal-tanggal tersebut sehingga tidak pada arus puncak, ya, pada tanggal 24, 28, dan 29. Ini semata-mata untuk mengurangi volume arus kendaraan yang ada di jalan,” kata Aan.

Selain itu, pembatasan angkutan barang juga masih diberlakukan selama periode arus balik.

“Kemudian, yang ketiga, untuk selama arus balik ini, pembatasan angkutan barang, ya, sumbu tiga ke atas, kereta tempelan, dan angkutan barang tambang masih dibatasi. Kami mengimbau kepada seluruh operator angkutan logistik, ya, untuk mengikuti, untuk menaati surat keputusan bersama yang sudah ditandatangani oleh Polri, Kementerian PU, dan Kementerian Perhubungan,” lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
H-1 Idulfitri, Ribuan Pemudik Terpantau Masih Melintasi Jembatan Suramadu
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polri: Malam Takbiran Berjalan Aman, Arus Mudik 2026 Naik 4,26 Persen
• 14 jam laludisway.id
thumb
Warga Iran Ditangkap usai Coba Masuki Pangkalan Kapal Selam Nuklir Inggris, Sempat Minta Izin
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Inggris izinkan AS pakai pangkalan untuk serang Iran di Hormuz
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Israel Serang Muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa Saat Sholat Ied 
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.