Bisnis.com, MEDAN — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan sekitar 3.000 jembatan di seluruh Indonesia dapat rampung pada awal 2027.
Prabowo menjelaskan bahwa kebutuhan pembangunan jembatan, khususnya jembatan gantung di daerah terpencil, masih sangat mendesak dan menjadi prioritas pemerintah.
“Yang paling mendesak kurang lebih 3.000 titik. Insyaallah awal 2027 selesai, mencakup semua provinsi,” ujarnya dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis senior dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026).
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang fokus pada pembangunan jembatan, termasuk di wilayah terdampak bencana dan daerah tertinggal.
Menurut Prabowo, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan sangat penting untuk mendukung akses masyarakat, terutama anak-anak sekolah di daerah terpencil.
Singgung Dana DesaDalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung soal pemanfaatan dana desa yang selama ini telah digelontorkan pemerintah ke daerah. Ia menyebut secara teori, pembangunan jembatan sederhana seharusnya dapat dilakukan secara bertahap menggunakan dana tersebut.
Baca Juga
- Komplotan Pencuri Besi Tiang Pancang Jembatan Suramadu Ditangkap, Klaim Sudah Beraksi 21 Kali
- Soal Prabowo Bangun 218 Jembatan, Teddy: Jangan Ada Anak Sekolah Menyeberangi Sungai
- KDM Kaget Lihat 42 Jembatan Jabar Hampir Roboh, Soroti Kerja Ridwan Kamil 5 Tahun Terakhir
“Jembatan gantung itu biayanya sekitar Rp300 juta sampai Rp800 juta, sementara desa bisa menerima sekitar Rp1 miliar per tahun. Seharusnya bisa dicicil 3–4 tahun,” kata Prabowo.
Namun, dia tidak ingin langsung menyimpulkan penggunaan dana desa di lapangan, meski mengakui adanya pertanyaan dari masyarakat terkait hal tersebut.
“Saya tidak mau langsung tanya ke mana dana desa, tapi ini jadi perhatian,” ujarnya.
Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan infrastruktur dasar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan konektivitas nasional.
Prabowo juga menuturkan bahwa dorongan percepatan pembangunan jembatan salah satunya datang dari aspirasi masyarakat, termasuk anak-anak di daerah yang secara langsung menyuarakan kebutuhan infrastruktur.
“Ada anak-anak yang teriak minta jembatan. Saya jawab, kalau saya bisa bantu, saya bantu,” kata Prabowo.





