Jumlah pengguna angkutan umum pada sejumlah moda mencapai 9.047.233 penumpang, atau naik 10,79%, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8.166.170 penumpang.
Hal ini berdasarkan data sementara Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, akumulasi dari H-8 (13 Maret 2026) hingga H-2 (19 Maret 2026).
Angka ini mencakup moda perkeretaapian sebesar 2.669.314 orang, naik 14,05% dari tahun sebelumnya 2.340.509 orang; dan angkutan udara sebesar 1.982.987 orang, naik 5,18% dari tahun sebelumnya 1.885.266 orang.
Lalu, angkutan laut 739.724 orang, naik 6,48% dari tahun sebelumnya 694.702 orang; angkutan penyeberangan sebesar 2.259.469 orang, naik 15,54% dari tahun sebelumnya 1.955.508 orang; dan angkutan darat (bus dan travel) sebesar 1.395.739 orang, naik 8,18% dari tahun sebelumnya 1.290.185 orang.
Kemudian, pergerakan keluar dan masuk Jakarta melalui jalan tol pada H-8 s/d H-2 terpantau 1.383.338 kendaraan yang keluar Jakarta, naik 5.27% dari tahun sebelumnya 1.314.042 kendaraan; sedangkan kendaraan yang masuk sebesar 917.512 kendaraan, naik 11,39% dari tahun sebelumnya 823.697 kendaraan.
Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 memantau total 1.560 simpul dan jaringan, dengan rincian 264 titik simpul angkutan laut, 177 terminal yang terdiri dari 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B, 248 titik simpul angkutan penyeberangan, 472 titik simpul angkutan kereta api, 257 titik simpul angkutan udara, serta 43 jaringan di 6 gerbang tol dan 44 jaringan di jalan arteri.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi menegaskan, Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik.
“Pemerintah terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan koordinasi lintas sektor, guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran."
"Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” tutur Titis, Jumat (20/3/2026).
Baca Juga: Menteri Bahlil Lepas Peserta Mudik Bareng KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi, Berangkatkan 1.496 Peserta
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat tetap mematuhi aturan keselamatan, memperhatikan jadwal perjalanan, serta memanfaatkan informasi resmi yang disediakan guna menghindari kepadatan pada titik-titik tertentu.
Adanya sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. (*)





