Prabowo Evaluasi MBG: 1.030 Dapur Ditutup Sementara, Standarisasi Diperketat

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MEDAN — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan evaluasi besar-besaran terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk penutupan sementara lebih dari seribu dapur yang tidak memenuhi standar.

Hal itu disampaikan dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis senior dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, yang ditayangkan Kamis (19/3/2026).

Prabowo menyebut langkah evaluasi dilakukan setelah muncul berbagai kritik terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan langsung melakukan pengecekan dan verifikasi lapangan.

“Saya langsung cek, panggil kepala BGN, dan kirim orang-orang untuk cross-check,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi, pemerintah memutuskan menangguhkan operasional 1.030 dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi kriteria.

“Total 1.030 yang sudah di-suspend,” kata Prabowo.

Baca Juga

  • 6 Dapur MBG di Kabupaten Cirebon Ditutup Gara-gara Tak Punya SLHS
  • Tak Kantongi SLHS dan Miliki IPAL, Operasional 350 Dapur MBG di Jabar Disetop
  • Sempat Distop karena Menu Tak Layak, Dapur MBG di Palembang Kembali Beroperasi

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada masyarakat.

Terapkan Standar Ketat dan Sertifikasi

Pemerintah kini menerapkan sistem standarisasi yang lebih ketat. Setiap dapur diwajibkan memenuhi sertifikasi kebersihan dan keamanan pangan agar dapat terus beroperasi.

Beberapa aspek yang diperiksa antara lain kualitas dan keamanan air. Lalu, proses pengolahan makanan hingga kebersihan peralatan dan wadah makanan

“Kalau tidak beres, ditutup. Harus lulus sertifikasi,” tegas Prabowo.

Selain pengawasan internal, pemerintah juga membuka partisipasi masyarakat dalam mengawasi program ini. Disediakan nomor telepon bebas pulsa serta transparansi lokasi dapur agar masyarakat bisa memberikan laporan langsung.

“Siapa pun boleh cek dan komplain, termasuk orang tua dan pihak sekolah,” ujarnya.

Kritik Budaya Laporan “Bagus-Bagus Saja”

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti budaya laporan yang hanya menampilkan hal-hal positif, yang menurutnya justru merugikan pengambilan kebijakan.

Dia menekankan pentingnya kejujuran dalam pelaporan agar pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat.

“Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik,” tandas Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Rekomendasi Film Korea di Netflix untuk Temani Lebaran
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Aston Martin Dikabarkan Bajak Kepala Tim Audi di F1 2026, Kedua Tim Langsung Sampaikan Pernyataan Tegas
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo: Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir 100 Persen
• 13 menit laluliputan6.com
thumb
Dedi Mulyadi Beri Diskon Pajak Kendaraan 10%, Berlaku Selama Libur Lebaran
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemdiktisaintek Fokus Cetak Talenta Unggul demi Wujudkan SDM unggul
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.