HARIAN FAJAR, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi saat memberikan alasan mengapa AS tidak memberitahu sekutunya sebelum melancarkan serangan mendadak ke Iran. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Oval Office, Trump mengungkapkan bahwa serangan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan demi menjaga efek kejut.
Trump membuat pernyataan yang mengejutkan. Dengan nada menyindir dia membandingkan serangan Jepang ke Pearl Harbor pada tahun 1941.
“Siapa yang lebih paham soal serangan mendadak selain Jepang. Kenapa dulu kalian tidak memberi tahu saya soal Pearl Harbor?” jelasnya, dikutip dari CNBC.com pada Jumat (20/3/2026).
Ekspresi Perdana Menteri Takaichi tampak terdiam dan tidak nyaman mendengar komentar tersebut, menandai ketegangan dalam pertemuan itu.
Efektivitas Serangan dan Tanggapan SekutuTrump menegaskan bahwa strategi serangan mendadak ke Iran terbukti efektif dengan klaim bahwa sekitar 50% target berhasil dilumpuhkan dalam dua hari pertama. Sementara itu, AS mendorong Jepang dan sekutu lainnya untuk turut membantu pengamanan Selat Hormuz, sebuah jalur strategis penting.
Namun, Jepang menyatakan belum berencana mengirim kapal militer ke kawasan tersebut dan akan mempertimbangkan langkah-langkah sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku. Sikap serupa juga diambil oleh sejumlah negara Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pejabat Jerman yang menegaskan bahwa konflik tersebut bukan bagian dari keterlibatan mereka.
Ketegangan Koordinasi Sekutu di Tengah Konflik IranKomentar Trump sekaligus menyoroti ketegangan yang terjadi dalam koordinasi antara AS dan sekutunya di tengah eskalasi konflik dengan Iran. Ketidaksepahaman ini berpotensi mempengaruhi dinamika politik dan keamanan di kawasan serta hubungan diplomatik antara negara-negara terkait.





