KETUA Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, membagikan sejumlah panduan bagi orang tua yang akan membawa anak mudik. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesehatan anak terjaga sekaligus mencegah penularan penyakit selama perjalanan.
Pencegahan Penularan PenyakitPiprim menekankan pentingnya menjaga jarak di tengah keramaian. Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
“Ajarkan anak untuk menjaga jarak dari individu terutama individu dewasa maupun anak-anak yang mengalami gejala batuk pilek karena batuk pilek ini sangat cepat menular terutama di keramaian,” kata Piprim dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Baca juga : Tips Mudik Aman dan Nyaman Bersama Anak
Selain menjaga jarak, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama melalui langkah berikut:
- Kebersihan Tangan: Rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
- Masker & Etika: Menggunakan masker di transportasi umum dan mengajarkan etika batuk/bersin menggunakan tisu atau siku.
- Barang Pribadi: Tidak berbagi alat makan, handuk, atau botol minum dengan orang lain.
Salah satu hal krusial yang harus diperhatikan sebelum berangkat adalah memastikan imunisasi anak sudah lengkap, terutama vaksin Measles-Rubella (MR) atau Measles, Mumps, Rubella (MMR). Hal ini berkaitan dengan tingginya kasus campak di tanah air.
"Karena situasi KLB (kejadian luar biasa) campak di Indonesia yang masih juara dua di dunia ini perlu mendapat perhatian khusus dari kita semua," ujar Piprim.
Baca juga : Ini Tips Menjaga Mental Anak dalam Perjalanan Mudik
Pemilihan Destinasi dan KeamananOrangtua disarankan untuk memilih lokasi wisata yang aman, edukatif, dan nyaman bagi anak, seperti museum atau pusat sains.
Sebaliknya, hindari tempat dengan paparan cuaca ekstrem, kerumunan berlebih, serta wilayah rawan bencana seperti banjir dan longsor.
Persiapan Logistik dan HiburanAgar anak tetap nyaman dan tidak bosan selama perjalanan, Piprim menyarankan penyediaan hiburan seperti daftar putar musik, buku, atau audio dongeng.
Selain itu, orangtua wajib membawa perlengkapan penunjang seperti pakaian ganti, jaket, jas hujan, serta bekal makanan sehat.
Untuk kebutuhan medis darurat, IDAI merekomendasikan kotak P3K yang berisi:
- Obat penurun panas (parasetamol) dan obat antimabuk.
- Oralit, vitamin C, dan salep hidrokortison untuk gigitan serangga.
- Plester, perban, dan termometer.
- Dokumen identitas anak serta daftar nomor darurat rumah sakit terdekat. (Ant/Z-1)





