Suasana pagi di Bundaran HI terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Minimnya deru kendaraan yang saling berebut jalan, tak terdengar klakson bersahutan, jalanan yang biasanya padat, kini terasa lengang.
Di tengah sunyinya ibu kota pada hari pertama Lebaran, Sabtu (21/3), sejumlah warga memanfaatkan momen langka ini untuk mengabadikan foto, bahkan hingga berdiri di tengah jalan.
Wisa (35), warga Jakarta, menjadi salah satu yang datang sejak pagi. Bersama keluarga, ia tiba sekitar pukul 07.00 WIB.
Bagi Wisa, momen seperti ini bukan hal baru, tetapi tetap selalu menarik untuk diulang setiap tahunnya.
“Memang sengaja ke sini buat foto. Kebetulan juga nggak Lebaran, jadi sekalian ngisi waktu. Di mana-mana kan tutup,” ujarnya kepada kumparan.
Menurutnya, daya tarik utama bukan sekadar hasil foto, melainkan pengalaman yang jarang terjadi. Ia menyebut suasana sepi di Jakarta saat Lebaran sebagai fenomena yang hanya hadir dalam waktu singkat setiap tahun.
“Momen ini cuma satu hari dalam setahun, bahkan mungkin cuma dua sampai tiga jam. Jakarta yang biasanya ramai banget, tiba-tiba bisa kosong dan kita bisa foto di jalan,” katanya.
Hal serupa dirasakan Angel (23), warga Tegal yang tengah berkunjung ke Jakarta. Ia mengaku sengaja datang karena sudah memperkirakan ibu kota akan sepi ditinggal mudik warganya.
“Pasti Jakarta sepi ya, karena orang-orang pada pulang kampung. Jadi kenapa nggak ke Jakarta yang lagi sepi,” ucapnya.
Ini menjadi pengalaman pertama Angel berfoto di tengah jalan kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Ia mengetahui spot tersebut dari Wisa dan langsung tertarik mencoba.
“Biasanya kan rame banget, lalu lalang. Ini bisa jadi spot foto. Rasanya enak aja, beda,” katanya.
Fenomena jalan kosong di Bundaran HI saat Lebaran memang bukan hal baru. Setiap tahun, momen ini selalu dinanti sebagian warga untuk merasakan sisi lain Jakarta, yang biasanya penuh hiruk pikuk, berubah menjadi ruang sunyi yang memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, bahkan berdiri di tengah jalan tanpa khawatir lalu lintas.





