Pramono Anung Sebut Transaksi di Jakarta Selama Ramadan Tembus Rp21 Triliun

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan nilai transaksi di Jakarta selama Bulan Ramadan 1447 Hijriah, mencapai Rp21 triliun.

Informasi ini disampaikan dalam acara 'Jakarta Bedug Kolosal' di Bundaran HI pada Jumat (20/3/2026).

Pramono menerima laporan data ekonomi tersebut langsung dari Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Capaian angka yang sangat signifikan ini mencerminkan tingginya daya beli masyarakat di ibu kota.

"Per hari ini tadi saya diberikan laporan, transaksi di Jakarta sudah Rp21 triliun," ujar Pramono di hadapan awak media.

Lonjakan transaksi ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah momentum hari besar keagamaan.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Suharini Eliawati menjelaskan, program lomba diskon menjadi salah satu faktor pendorong utama.

Kegiatan belanja besar-besaran tersebut diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta mulai 4 hingga 31 Maret.

Perhitungan nilai Rp 21 triliun merupakan akumulasi transaksi yang tercatat hingga tanggal 20 Maret 2026.

Pemerintah daerah memprediksi angka tersebut akan terus meningkat tajam mendekati Hari Raya Idulfitri.

Sektor ritel dan pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang, menjadi kontributor terbesar dalam perputaran uang di Jakarta.

Industri perhotelan juga memberikan sumbangsih besar, seiring banyaknya aktivitas buka puasa bersama dan kegiatan komunitas.

Nilai transaksi di Jakarta terpantau jauh melampaui capaian beberapa kota besar lainnya di Indonesia.

Sebagai perbandingan, transaksi di Semarang tercatat sebesar Rp8,46 miliar, dan di Surabaya mencapai Rp6,4 miliar.

Pramono berharap tren peningkatan transaksi ini dapat terus berlanjut hingga akhir Maret.

Target rekor transaksi baru ditetapkan berada di atas angka Rp23 triliun hingga Rp24 triliun.

Pencapaian target tersebut diharapkan dapat terealisasi dalam kurun waktu lima hari mendatang.

Pemerintah optimistis mobilitas warga yang tinggi akan terus memutar roda ekonomi di berbagai sektor usaha.

Baca Juga: Permintaan Melonjak, Kemendag Jaga Akurasi Transaksi BBM dan Kebutuhan Pokok

Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dengan para pelaku industri kreatif.

Momentum Ramadan terbukti mampu menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi makro di wilayah Jakarta. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Semifinal Orleans Masters 2026: Leo/Bagas dan Rachel/Febi Tumbang, Harapan Gelar Sirna
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Ribuan Narapidana di Bali Terima Remisi Nyepi 2026, Dua Orang Langsung Bebas
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Satlantas Polres Bogor Dibantu Brimob Amankan Jalur Puncak Saat Lebaran
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jangan Lewatkan! Ini 7 Amalan Sunah di Hari Raya Idulfitri
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Lengkap Pemain yang Dicoret dari Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.