Saifullah Yusuf atau Gus Ipul Menteri Sosial (Mensos) turut melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur dan Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim, di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu (21/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) tidak akan terdampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Mensos menjelaskan, efisiensi anggaran yang tengah dibahas pemerintah hanya menyasar pos-pos belanja yang bisa ditunda, bukan kebutuhan mendasar masyarakat seperti bansos.
“Efisiensi itu pada dasarnya untuk hal-hal yang masih bisa ditunda. Tetapi yang menyangkut kepentingan rakyat, itu pasti tidak akan ada efisiensi,” tegasnya.
Gus Ipul menyebut pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan anggaran untuk kepentingan masyarakat. Program yang terkesan seremonial atau tidak mendesak akan menjadi fokus efisiensi.
Nantinya Prabowo Subianto Presiden akan menunjuk tim ekonomi untuk menyusun skala prioritas anggaran sesuai kebutuhan program yang mendesak.
“Yang akan disisir itu mana yang bisa ditunda, mana yang prioritas, mana yang sifatnya hanya seremoni. Nanti tentu Presiden akan menunjuk tim ekonomi untuk menyisir dengan baik,” jelasnya.
Gus Ipul menegaskan, kebutuhan masyarakat seperti bansos merupakan prioritas utama pemerintah. Bahkan, jika diperlukan, anggaran bansos berpotensi ditambah.
Dia menyatakan bahwa kebijakan efisiensi tidak akan mengurangi perlindungan sosial bagi masyarakat, terutama di tengah momentum Hari Raya Idulfitri.
“Saya bisa pastikan yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bantuan sosial tidak akan ada efisiensi, malah justru jika dibutuhkan akan menambah,” ungkap Gus Ipul.(wld/bil/iss)




