Liputan6.com, Jakarta - Ckrek.. Ckrek.. Bunyi terdengar dari ponsel Rahmat berulang kali. Di antara gemericik air mancur Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Istri dan dua anaknya bergantian berpose di dekat properti bertema Lebaran IdulFitri. Rahmat mundur beberapa langkah, mengatur sudut, lalu kembali menekan tombol.
Advertisement
Rahmat datang dari Bogor pagi itu. Selepas salat Id, dia langsung memboyong keluarga ke menembus jantungnya ibu kota Jakarta.
“Kalau di sini kan pusat Jakarta, ya. Landmark-nya memang di sini. Banyak spot yang bagus buat difoto,” kata Rahmat saat ditemui, Sabtu (21/6/2026).
Baginya, Bundaran HI bukan sekadar tempat singgah. Lokasi itu selalu menawarkan latar yang pas untuk menghabiskan pagi pada hari pertama Lebaran IdulFitri.
Di kawasan itu, dekorasi musiman Idulfitri menggoda mata yang memandang. Lengkungan ornamen, lampu gantung, hingga deretan tanaman membuat setiap sudut terasa berbeda.
“Iya, ada propertinya juga di sini, ada pohon juga,” ujarnya.
Dari Bundaran HI Rahmat berencana melanjutkan perjalanan ke Jalan Sudirman. Sekadar berputar sebelum kembali ke Bogor.
Perjalanan kali ini bukan untuk bersilaturahmi. Malam nanti, Rahmat dan keluarga justru bersiap melanjutkan perjalanan ke Palembang.
“Enggak, emang jalan-jalan aja,” katanya.
Arus lalu lintas yang lengang membuat perjalanan terasa ringan. Namun, menurut Rahmat, kondisi tahun ini tak lebih sepi dibanding Lebaran tahun sebelumnya.
“Lenggang, tapi ya enggak selenggang tahun kemarin,” ujarnya.
Tahun lalu, dia juga datang ke tempat yang sama untuk mengabadikan momen bersama, lalu pulang ke kampung halaman.




