Terkini, Jeneponto — Bupati Jeneponto, Paris Yasir, melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Lapangan Stadion Mini Turatea, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Sabtu, 21 Maret 2026.
Pelaksanaan salat Idul Fitri tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Jeneponto, para pimpinan OPD, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Jeneponto, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Bertindak sebagai imam adalah Imam Besar Masjid Agung Jeneponto, Ustaz Nasir.
Dalam sambutannya, Paris Yasir menyampaikan rasa syukur setelah sebulan penuh umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Setelah sebulan kita menunaikan ibadah puasa, hari ini kita semua merayakan hari kemenangan. Kami harap kita semua dapat memperkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Kabupaten Jeneponto selama satu tahun kepemimpinannya. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jeneponto pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang kuat dan positif.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jeneponto pada tahun 2025 mencapai 6,59 persen berdasarkan data BPS, menempatkan daerah ini di peringkat lima besar se-Sulawesi Selatan,” kata Paris Yasir.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus bekerja dan menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Posisi lima besar dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, lanjutnya, menunjukkan daya saing ekonomi Jeneponto yang semakin meningkat.
Selain itu, Paris Yasir juga mengungkapkan perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jeneponto tahun 2025 yang mencapai angka 70,25. Angka ini menandakan bahwa pembangunan manusia di Jeneponto telah berada pada kategori “tinggi”.
“Jeneponto yang sebelumnya berstatus sedang dengan IPM 69,45 pada 2024, kini meningkat menjadi 70,25 pada 2025,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengentaskan anak tidak sekolah (ATS), yang menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Jeneponto juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 2023, Jeneponto berada di peringkat 18 dengan nilai 2,98, kemudian naik ke peringkat 17 pada 2024 dengan nilai 3,39, dan pada 2025 melonjak ke peringkat 10 dengan nilai 3,51.
“Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak. Kita akan terus berbenah dan meningkatkan daya saing daerah demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.




