REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meninjau hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/6/2026), usai melaksanakan rangkaian ibadah sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Dipantau melalui siaran YouTube Sekretariat Kabinet dari Jakarta, Sabtu, Presiden Prabowo tiba di lokasi huntara setelah melaksanakan halal bihalal dengan jamaah Masjid Darussalam dan warga sekitar.
Baca Juga
Carrick Geram Penalti Kontroversial Warnai Hasil Imbang Man United vs Bournemouth
Gubernur: 1,3 Juta Kendaraan Masuk Wilayah Jateng Sepanjang Arus Mudik Lebaran
Dunia Kehilangan 12,8 Juta Ton LNG Usai Ras Laffan Dibom: Exxon Hingga Shell Hadapi Ketidakpastian
Dalam peninjauan tersebut, kepala negara yang didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf sempat memasuki salah satu unit huntara untuk melihat langsung kondisi fasilitas yang disediakan pemerintah. Di dalam hunian, presiden sempat berbincang dengan anggota keluarga penghuni tempat tinggal sementara tersebut.
Terdapat momen unik saat Presiden hendak meninggalkan lokasi. Ketika akan kembali mengenakan sepatu di luar rumah, Presiden tampak bertumpu pada pundak Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang telah menunggu di luar.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Momen serupa sebelumnya juga pernah terlihat saat Presiden menunaikan ibadah sholat Id di Masjid Istiqlal pada tahun lalu.
Setelah meninggalkan kawasan huntara, Presiden Prabowo kembali menyalami warga yang telah mengantre untuk menyapa Kepala Negara secara langsung, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menggunakan mobil dinas MV3 Garuda Limousine.
Santriwati berjalan menuju masjid Darul Mukhlishin untuk melaksanakan Shalat Tarawih perdana di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (18/2/2025). Masjid Darul Mukhlishin yang berada di dalam kompleks Pondok Pesantren Darul Mukhlishin dan sempat dipenuhi kayu gelondongan pascabanjir bandang pada akhir November 2025, kembali menyelenggarakan Shalat Tarawih perdana pada Ramadhan 1447 H yang diikuti warga penyintas bencana, santri, dan santriwati. - (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)