Pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev, menyinggung soal program PSSI yang kini banyak menaturalisasi pemain demi memperkuat skuad Timnas Indonesia. Menurutnya, PSSI seharusnya lebih prioritaskan pemain lokal untuk bela skuad 'Garuda'.
Adapun Ivan Kolev merupakan mantan pelatih Timnas Indonesia pada era 200o-an. Dia dua kali melatih skuad 'Garuda' yakni pada periode 2002 hingga 2004, dan kedua pada 2007. Ivan Kolev juga tercatat pernah melatih sejumlah klub Liga Indonesia, seperti Persija, Persipura, Mitra Kukar, hingga Sriwijaya FC.
Ivan Kolev singgung soal Timnas Indonesia yang kini banyak diperkuat oleh pemain naturalisasi. Dirinya pun bandingkan dengan masanya kala melatih Timnas Indonesia, di mana ia lebih utamakan pemain lokal dan menentang program naturalisasi pemain.
"Perbandingan dengan masa saya dulu, [naturalisasi] sulit dilakukan. Pada masa saya, atas desakan saya sendiri saat melatih tim nasional, saya sangat peduli dengan pemain lokal dan menentang naturalisasi lebih banyak pemain asing," kata Ivan Kolev dikutip dari media Bulgaria, dssport.
"Saya sudah melihat ada 5-6 pemain asing di klub-klub [Indonesia]. Dan tim nasional [Indonesia] juga penuh pemain asing," tambahnya.
Bahkan, Ivan Kolev menilai kehadiran banyaknya pemain naturalisasi di tubuh skuad Timnas Indonesia tak memberikan dampak besar. Program naturalisasi PSSI disebutnya tak berhasil,sebab tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
"Mereka berpikir ini [program naturalisasi] berhasil bagi mereka. Tetapi, hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia," tegasnya.
Memang pada 3 tahun ke belakang, PSSI gencar melakukan naturalisasi kepada para pemain keturunan. Saat ini, total ada lebih dari 20 pemain keturunan yang dinaturalisasi PSSI demi perkuat skuad Timnas Indonesia.
Terdekat, Timnas Indonesia akan berlaga di ajang FIFA Series pada 27-30 Maret mendatang di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Bulgaria, Saint Kitts & Nevis, dan Kepulauan Solomon jadi peserta turnamen yang berformat semifinal dan final itu.





