JAKARTA, KOMPAS – Wakil Presiden Gibran Rakabuming bersama para pejabat negara lainnya melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriyah, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Khotbah kali itu mengingatkan para pejabat negara untuk selalu menjaga amanah dalam mengerjakan sederet program prioritas pemerintah. Keberagaman diharapkan juga dikelola sebagai sumber kekuatan bangsa.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran datang bersama istrinya, Selvie Ananda, serta dua anak mereka, yakni Jan Ethes dan La Lembah Manah, sekitar pukul 06.45 WIB. Setelahnya, Wapres berjalan bersama Jan Ethes didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar menuju saf laki-laki paling depan guna menjalankan ibadah. Di saf tersebut, Wapres dan Jan Ethes duduk diapit Nasaruddin dan Ketua MPR Ahmad Muzani yang sudah datang lebih dahulu.
Terdapat beberapa sosok lainnya yang juga sudah datang lebih dulu seperti Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, hingga Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin.
Pembangunan bangsa bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi luas masyarakat.
Ibadah shalat itu dimulai tepat pukul 07.00 WIB. KH Ahmad Husni Ismail ditunjuk menjadi Imam I, sedangkan Ahmad Rofi’uddin Mahfudz sebagai Imam II. Jamaah yang memenuhi masjid hingga melebar ke halaman mengikuti shalat penuh khidmat.
Setelahnya, ibadah dilanjutkan dengan mendengarkan khotbah dari Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhadi Hasan, yang didapuk sebagai khatib. Khutbah itu diberi judul “Kemenangan Idul Fitri, Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”. Salah satu sorotannya ialah soal bagaimana semestinya pejabat negara menjalankan tugas pelayanan rakyat.
“Program-program prioritas yang dijalankan pemerintah seperti peningkatan kerukunan, pemberantasan korupsi, peningkatan mutu dan sarana-prasarana pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih, dan pemenuhan gizi masyarakat melalui Makan Bergizi Gratis, merupakan langkah-langkah penting yang perlu diapresiasi demi mewujudkan bangsa yang lebih adil, sehat, dan sejahtera,” kata Noorhadi, dalam khutbahnya.
Namun, menurut Noorhadi, ikhtiar bersama itu tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan masyarakat yang berintegritas dan amanah. Menurutnya, program yang baik juga membutuhkan manusia-manusia yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi nilai moral dalam kesehariannya.
“Oleh karena itu, pembangunan bangsa bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi luas masyarakat,” kata Noorhadi.
Noorhadi juga mengingatkan segenap pihak agar senantiasa bersikap adil dalam memimpin, jujur dalam bekerja, dan menekankan amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya. Pasalnya, kerusakan akhlak seorang pemimpin bakal mengantarkan suatu bangsa menuju kehancuran.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya kebaikan akhlak para pemimpin. “Sesungguhnya sebuah bangsa tidak hancur karena hilangnya kejujuran dan amanah. Hilangnya kejujuran dan amanah. Hilangnya kejujuran dan amanah menjadi sebab rusaknya akhlak,” kata Noorhadi.
Selepas shalat Idul Fitri, Wapres menyempatkan waktu menyapa jamaah lainnya. Ia juga terbuka untuk diajak berfoto bersama dengan pengamanan dari para pengawalnya. Ia langsung menuju ke pintu keluar VVIP setelah rampung meladeni warga untuk melanjutkan kegiatan setelahnya.
Sebelumnya, Wapres mengungkapkan, perayaan Idul Fitri tahun ini terasa cukup spesial. Momennya saling berdekatan dengan perayaan hari besar keagamaan lainnya. Bulan puasa, misalnya, dimulai bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Begitu pula, Hari Raya Nyepi yang dirayakan jelang perayaan Idul Fitri.
Momentum semacam itu, sebut Wapres, menegaskan soal keberagaman Indonesia. Bagi bangsa ini, perbedaan tidak saling dipertentangkan, tetapi dijadikan kekuatan yang mampu hidup bersama dalam harmoni yang indah.
Untuk itu, ia berharap agar perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun ini menjadi momen penting guna mempererat dan memperkuat persatuan sebagai saudara sebangsa dan setanah air.
“Inilah jati diri bangsa kita, yang memiliki keberagaman dalam keyakinan, suku, dan tradisi, namun tetap bersatu dalam ikatan persaudaraan yang kuat,” ujar Wapres, dalam videonya yang bertajuk Harmoni dalam Keberagaman: Selamat Nyepi dan Idul Fitri, yang dirilis lewat akun Youtubenya, Gibran Rakabuming, pada 15 Maret 2026.
Di sisi lain, Wapres juga berpesan kepada para warga yang tengah menjalani perjalanan mudik ke kampung halamannya masing-masing. Ia meminta seluruh warga supaya terus berhati-hati sepanjang perjalanan agar selamat sampai tujuan.
“Semoga momen berkumpul bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman dapat membawa kehangatan dan kebahagiaan,” kata Wapres.





