Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keputusan Inggris yang mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Kritik Keras terhadap InggrisAraghchi menilai langkah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berisiko membahayakan warga negaranya sendiri.
"Sebagian besar rakyat Inggris tidak ingin terlibat dalam perang pilihan Israel-AS terhadap Iran. Dengan mengabaikan rakyatnya sendiri, Starmer membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran. Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri," ungkap Araghchi.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul persetujuan Inggris terhadap penggunaan pangkalan militernya oleh AS.
Eskalasi Konflik Timur TengahKeputusan itu berkaitan dengan serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan, termasuk menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini memperburuk eskalasi konflik di kawasan dan meningkatkan ketegangan antara negara-negara yang terlibat.




