Matahari Sabtu (21/3) siang, usai salat Idul Fitri, menyambut langkah kaki yang tak henti berdatangan. Di sela deretan nisan yang sunyi, suasana di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, justru terasa hidup.
Warga memenuhi area pemakaman. Sebagian membawa bunga, lainnya menenteng air untuk menyiram pusara keluarga.
Di pintu masuk, tenda-tenda penjual bunga diserbu peziarah. Tangan-tangan sibuk memilih taburan mawar hingga kantong plastik berisi air. Tak jauh dari sana, area parkir dipenuhi deretan motor dan mobil yang datang silih berganti. Jalan kecil di dalam kompleks pemakaman pun padat oleh arus manusia.
Ana (62), warga Tangerang, menjadi salah satu di antara mereka yang datang siang itu. Baginya, ziarah bukan sekadar kunjungan, melainkan tradisi yang terus dijaga. Ia datang untuk menziarahi nenek dan kakeknya yang beristirahat abadi di sana.
“Tiap tahun sih. Tapi ya tergantung situasi juga, saya kan di Tangerang. Kalau di Jakarta itu nenek sama engkong yang di sini,” ujarnya seraya menunjuk area makam.
Ia menuturkan, ziarah dilakukan tidak hanya setelah Idul Fitri, tetapi juga sebelum Ramadan. Dua momen itu menjadi waktu yang dianggap tepat untuk kembali menyambangi mereka yang telah tiada.
“Sebelum Ramadan ada, setelah Idul Fitri juga ada,” katanya.
Menurutnya, suasana ziarah saat momen hari raya ini berbeda jauh dibanding hari biasa. TPU yang biasanya lengang berubah drastis.
“Jauh. Sepi kalau hari biasa mah,” jawabnya singkat.
Kontras itu terasa nyata. Jika pada hari biasa TPU Karet Bivak hanya diisi beberapa peziarah yang datang bergantian, kini hampir setiap sudut dipenuhi orang. Ada yang duduk di samping makam, membaca doa dengan khusyuk. Ada pula yang sibuk membersihkan nisan dan mencabuti rumput liar.
Tak sedikit peziarah yang berteduh di bawah pohon di area kompleks makam usai berziarah. Di antaranya, ada anak-anak kecil berlari ke sana kemari.
Ramainya kompleks makam turut dirasakan para penjual bunga, salah satunya Rimpeun.
Ia menjajakan bunga kenanga, pandan, mawar, hingga air mawar. Momen hari raya membuat Rimpeun mengalami lonjakan pembeli.
“Iya kalau Lebaran sih banyak. Ramai tadi pagi. Parkiran mobil sampai ke sana semua. Dari jam 09.50 sudah ada pembeli,” katanya.





