Tujuh perempuan membelakangi lensa berdiri di sebuah ajungan berlantai kayu. Tubuh mereka bersandar di pagar yang dibangun di anjungan itu. Pagar yang menjaga agar pengunjung tidak jatuh ke jurang. Pandangan mereka tertuju pada jurang berukuran raksasa yang tepat berada di depan mereka.
Di dasar jurang pepohonan tumbuh subur dan lebat. Hijau daun pepohonan itu tampak kontras dengan dinding jurang yang berwarna merah tanah. Bukan hanya rerimbunan pohon, sebuah danau kecil yang dihuni oleh tanaman endemik dan aligator juga menutupi dasar jurang. Jurang itu sendiri mempunyai tinggi 100 meter dengan diameter sekitar 500 meter.
Keheningan kawasan itu pecah saat sekumpulan burung macaw (Ara chloropterus) terbang di atas jurang yang diberi nama Buraco das Araras. Suara kicauan sekumpulan burung itu melengking dan menarik perhatian. Namun bukan itu saja, tiga warna (hijau, merah, dan biru) bulu burung menarik untuk dilihat.
Macaw hinggap di pohon. (AFP/PABLO PORCIUNCULA)
Saling bercanda (AFP/PABLO PORCIUNCULA)
Terbang di antara dahan. (AFP/PABLO PORCIUNCULA)
Meluncur turun. (AFP/PABLO PORCIUNCULA)
Berukuran besar, hingga 90 entimeter. (AFP/PABLO PORCIUNCULA)
Tak berapa lama terbang, kumpulan burung macaw tersebut hinggap di pepohonan yang ada di dasar Buraco das Araras. Pepohonan yang membentuk vegetasi yang menopang habitat di kawasan itu.
Seusai hinggap di dahan pohon, ada saja polah burung-burung tersebut. Mulai dari yang hanya santai di dahan pohon, terbang wira-wiri antardahan, hingga bercanda dengan anggota kawanannya.
Macaw (Ara Chloropterus) adalah salah satu jenis burung beo. Macaw berukuran sangat besar hingga mencapai sekitar 90 sentimeter. Selain mempunyai ekor yang sangat panjang, macaw juga mempunyai paruh yang besar dan kuat serta warna putih di wajah mereka. Besarnya ukuran macaw menjadi pembeda dari burung beo yang lebih kecil, berekor pendek, dan berparuh kecil.
Buraco das Araras sendiri merupakan jurang yang berukuran sangat besar, mempunyai tinggi 100 meter dan lebar sekitar 500 meter. Jurang ini terbentuk dari amblesnya tanah di kawasan itu. Jurang ini terletak di kota Jardim, Negara Bagian Mato Grosso do Sul, Brasil.
Dahulu, tempat ini terbengkalai dan menjadi tempat pembuangan sampah. Pada tahun 1990-an, area ini dibeli oleh pemilik swasta yang kemudian melakukan restorasi besar-besaran. Saat ini kawasan tersebut merupakan cagar alam warisan pribadi yang dikelola secara ketat sebagai kawasan ekowisata. Pengelolaan secara ketat ini bertujuan untuk menjaga kelestarian habitat burung dan stabilitas geologi di kawasan itu.
Dikutip dari laman buracodasararas.com, saat ini kawasan tersebut diperkirakan memiliki salah satu konsentrasi burung macaw merah tertinggi selama musim kawin, dengan sekitar 120 individu.
Selain macaw merah, lebih dari 160 spesies burung telah tercatat hidup di cagar alam ini. Dengan keanekaragaman burung, kawasan itu menjadi lokasi pemantauan dan pengamatan burung. Tentunya kawasan ini mampu berkontribusi terhadap konservasi burung, penelitian ilmiah, dan pendidikan lingkungan.





