Ibn al-Haytham, Ilmuwan Pertama Dunia yang Merupakan Tokoh Muslim

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Banyak penemuan dan inovasi telah mengubah cara hidup, bekerja, dan berinteraksi manusia. Nah, di balik penemuan-penemuan ini, terdapat tokoh-tokoh Muslim yang memberikan kontribusi besar. 
 
Salah satu yang belum banyak diketahui adalah Ibn al-Haytham. Dia adalah ilmuwan pertama di dunia lho. 
 
"Ibn al-Haytham adalah the first scientist ever in the world. Dia adalah seorang tokoh muslim yang sangat berpengaruh terhadap pemikiran scientific," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie di akun Instagram @prof.stellachristie dikutip Sabtu, 21 Maret 2026. 

Stella mengungkapkan Ibn al-Haytham meneliti tentang optik dan penglihatan. Dia dikenal sebagai Bapak Optik Modern.
 
Lewat bukunya, Kitab al-Manazir, Ibn al-Haytham menulis tentang sebenarnya bagaimana cara manusia bisa melihat. Stella mengatakan kamera pertama yang dibuat adalah oleh Ibn-al-Haytham. 
 

DOK ozarab.media
 
"Selain pengetahuan tentang optik itu, dialah yang pertama kalinya di dalam sejarah dunia menuliskan apa sebenarnya pemikiran scientific," tutur dia.
 
Stella menyebut lewat pemikiran itu, Ibn al-Haytham mempunyai teori, lalu teorinya diuji oleh observasi apakah hipotesanya benar atau tidak. 
 
"Dan terus menerus berpikiran kritis untuk melihat hasilnya belum tentu sejalan dengan hipotesa dan teorinya," beber dia. 
 
Sebenarnya, siapa Ibn al-Haytham? Yuk simak porfilnya berikut ini dikutip dari laman ibnalhaytham.com:  Profil Ibn al-Haytham Al-Hassan Ibn al-Haytham (dalam ejaan Latin: Alhazen) lahir pada tahun 965 di Basra dan wafat pada tahun 1040 di Kairo.
 
Dia lahir di wilayah yang kini dikenal sebagai Irak. Ibn al-Haytham adalah seorang pemikir ilmiah perintis yang memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang penglihatan, optik, dan cahaya. 
 
Metodologi penyelidikannya, khususnya penggunaan eksperimen untuk memverifikasi teori, menunjukkan kesamaan tertentu dengan apa yang kemudian dikenal sebagai metode ilmiah modern.
 

DOK ozarab.media
 
Melalui bukunya yang berjudul Kitab al-Manazir (Kitab Optik) dan terjemahan Latinnya (De Aspectibus), gagasannya memengaruhi para cendekiawan Eropa, termasuk para tokoh pada masa Renaisans Eropa. Saat ini, banyak orang menganggapnya sebagai tokoh sentral dalam sejarah optik dan Bapak Optik Modern.
 
Ibn al-Haytham lahir pada masa kreatif yang dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Hal ini menandai kemajuan-kemajuan menakjubkan di bidang sains, teknologi, dan kedokteran. 
 
Di wilayah yang membentang dari Spanyol hingga Tiongkok, para tokoh inspiratif dari berbagai agama dan budaya mengembangkan pengetahuan yang diwariskan oleh peradaban kuno. Mereka juga melakukan penemuan-penemuan yang memberikan dampak besar meski sering kali kurang dihargai dunia.
 
Nah, Sobat Medcom mengenal tokoh muslim ini bisa bisa memberi inspirasi dan menunjukkan ilmu pengetahuan dan agama Islam berjalan beriringan. Semoga informasi ini bermanfaat yaa.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Selamat Idul Fitri, Mari Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Bangsa
• 22 jam laludetik.com
thumb
Sampaikan Pesan Perayaan Nowruz, Khamenei Sebut Musuh Sudah Dikalahkan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI AL Buka Akses Eksklusif, Ribuan Warga Makassar Nikmati Libur Lebaran di Atas Kapal Perang
• 8 jam laluharianfajar
thumb
5 Strategi Wajib Investor di saat Pasar Bitcoin Lagi Turun
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pram Sebut Transaksi di Jakarta Selama Ramadan Capai Rp 21 Triliun
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.