Siasat Berhemat di Saat Krisis Energi

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Konflik di Timur Tengah akibat perang Amerika Serikat-Israel dan Iran telah berlangsung lebih dari tiga pekan.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan serangan yang menyasar fasilitas energi di sejumlah negara Teluk, seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, semakin memicu ketidakpastian pada harga minyak dunia dan menyebabkan krisis energi.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang menyiapkan opsi bekerja dari rumah (work from home/WFH). Kebijakan itu diambil sebagai langkah penghematan di tengah naiknya harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, akan ada pengaturan supaya ada satu hari kerja di rumah (WFH) dari total lima hari kerja dalam sepekan. Menurut rencana, kebijakan ini mulai diterapkan selepas Idul Fitri 2026.

Jika pemerintah Indonesia sedang menyiapkan opsi penghematan, sejumlah negara lain di Asia sudah terlebih dahulu mengambil langkah-langkah penghematan sejak pekan pertama konflik Timur Tengah meletus.

Pemerintah Thailand pada 10 Maret 2026 mengeluarkan pengumuman yang mendorong para pegawai negeri untuk bekerja dari rumah dan mengambil langkah-langkah penghematan lainnya. Sebab, perang di Timur Tengah mengganggu pasokan minyak dan menyebabkan fluktuasi harga bahan bakar.

Selain WFH bagi pegawai kantor pemerintah, otoritas Thailand juga meminta kantor-kantor pemerintah menyesuaikan penggunaan penyejuk ruangan untuk menghemat listrik.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Thailand menginginkan semua sektor menggunakan sumber daya dengan bijak dan efektif, termasuk pembatasan perjalanan ke luar negeri bagi para pejabat pemerintah.

Lalu lintas kendaraan di Bangkok, Thailand, 17 Maret 2026. (AFP/ANTHONY WALLACE)

Pengumuman pembatasan pembelian maksimal 600 baht atau 18,5 dolar AS di SPBU di Bangkok, Thailand. (AFP/ANTHONY WALLACE)

Antrean pembelian BBM di SPBU Caltex di Chiang Rai, Thailand, (AFP/LILIAN SUWANRHUMPA)

Thailand telah mengamankan pasokan minyak dan stok BBM dalam negeri untuk jangka waktu dua bulan dan menangguhkan ekspor untuk menghemat cadangannya.

Mereka juga membatasi harga solar di bawah 30 baht atau sekitar 0,94 dolar AS per liter untuk jangka waktu 15 hari.

Di Vietnam, pemerintah menghapus bea masuk untuk banyak produk minyak bumi impor guna mengantisipasi kekurangan bahan bakar dan menstabilkan pasar domestik.

Pemerintah juga mendorong perusahaan untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah kapan saja jika memungkinkan untuk mengurangi permintaan bahan bakar.

Selain itu, masyarakat juga diminta membatasi penggunaan kendaraan pribadi, dan sebagai gantinya memilih transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan.

Namun, antrean pengendara sepeda motor untuk mengisi bensin justru terlihat hampir di seluruh SPBU di Vietnam. Harga bensin tanpa timbal di Vietnam telah melonjak lebih dari 20 persen sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran.

Di salah satu SPBU di Hanoi, seorang pria berusia 57 tahun bernama Tuan mengatakan kepada AFP bahwa dia sangat kesal karena harus menunggu hampir 1 jam untuk mengisi bensin sepeda motornya.

Vietnam sejauh ini telah berupaya menghindari kekurangan stok BBM di SPBU. Akan tetapi, media pemerintah melaporkan bahwa puluhan SPBU kecil telah ditutup sementara atau mempersingkat jam operasional karena persediaan yang menipis.

Baca JugaApakah Harga Minyak Global Akan Terus Melonjak?
Pengurangan hari kerja dan bantuan

Pemerintah Filipina memberlakukan empat hari kerja dalam seminggu karena harga BBM yang melonjak akibat konflik di Timur Tengah.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr yang mengumumkan kebijakan itu mengatakan, penerapan pengurangan hari kerja mulai berlaku pada Senin 9 Maret 2026 di semua kantor pemerintah. Hal itu diambil sebagai langkah mengurangi dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.

Menurut Marcos penutupan Selat Hormuz, yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia, akan menaikkan harga bahan bakar sebesar 7,48 peso per liter untuk bensin, 17,28 peso untuk solar, dan 32,35 peso untuk minyak tanah.

Filipina mengimpor sebagian besar minyak mentahnya dari Timur Tengah dan masih bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak untuk menghasilkan listrik.

”Kita adalah korban perang yang bukan pilihan kita. Akan tetapi, kita akan mengambil langkah untuk melindungi rakyat Filipina,” ujar Marcos.

Marcos juga memerintahkan semua lembaga pemerintah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan listrik 10-20 persen, melarang studi banding dan kegiatan lain, serta meminta pertemuan-pertemuan dapat dilakukan secara daring.

Pemberlakuan empat hari kerja akan bersifat sementara meski pemerintah tidak memberikan tanggal berakhirnya kebijakan itu. Petugas layanan garda depan, polisi, dan petugas pemadam kebakaran dikecualikan dari aturan kerja empat hari seminggu.

Daftar harga BBM di SPBU di Quezon City, Filipina. (AP/AARON FAVILA)

Penumpang antre untuk naik jeepney karena jumlah yang beroperasi terbatas akibat kenaikan harga BBM di Quezon City, Filipina. AP/AARON FAVILA

Suasana salah satu kantor pemerintah yang kosong di Manila, Filipina. AP/AARON FAVILA

Pengemudi becak motor menerima bantuan tunai dari pemerintah di Manila, Filipina. AP/AARON FAVILA

Pemerintah juga memberikan bantuan tunai kepada masyarakat yang terdampak langsung kenaikan harga BBM. Salah satunya adalah para pengemudi becak motor atau tricycle.

Pada Selasa (17/3/2026) ratusan pengemudi becak motor antre untuk menerima bantuan tunai di Manila.

”Subsidi sebesar 5.000 peso (84 dolar AS) ini lebih baik daripada tidak sama sekali,” ujar Romeo Cipriano, salah satu pengemudi becak motor. Pria berusia 60 tahun itu sudah mengantre sejak pukul 06.00.

Pengemudi lainnya, Al de Ocampo, mengatakan, penghasilan hariannya telah berkurang setengahnya dari 1.000 menjadi hanya 500 peso dalam beberapa minggu terakhir. ”Bantuan ini mungkin hanya akan bertahan selama seminggu,” katanya kepada AFP.

Pakistan dan Bangladesh

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, pada Senin (9/3/2026) bahwa sekolah akan ditutup selama dua minggu dan pekerja kantor akan lebih banyak bekerja dari rumah.

Hal itu disampaikan saat Sharif mengumumkan serangkaian langkah untuk memangkas penggunaan bahan bakar dan pengeluaran pemerintah untuk mengatasi lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel dan Iran.

Departemen pemerintah akan menghadapi pemotongan tunjangan bahan bakar sebesar 50 persen selama dua bulan. Sebanyak 60 persen kendaraan dinas selain bus dan ambulans untuk sementara tidak akan dioperasikan.

Hanya 50 persen staf yang akan bekerja di kantor, kecuali di layanan penting. Hari kerja juga dikurangi menjadi empat hari dalam seminggu.

Pakistan akan memangkas penggunaan bahan bakar di seluruh pemerintahan dan mengalihkan beberapa layanan publik ke daring. Perang telah mengancam pasokan energi dan menyebabkan harga bahan bakar di Pakistan naik tajam.

Harga bensin dan solar di Pakistan mengalami kenaikan sebesar 55 rupee sekitar 0,20 dolar AS per liter, kenaikan terbesar yang pernah tercatat, setelah harga pasar minyak global melonjak akibat konflik tersebut.

Pemerintah juga akan memangkas pengeluaran departemen sebesar 20 persen, melarang pembelian kendaraan, penyejuk ruangan, dan furnitur, serta membatasi sebagian besar perjalanan luar negeri oleh para menteri dan pejabat.

Di Bangladesh, pemerintah meliburkan sementara semua universitas negeri dan swasta serta mempercepat libur Idul Fitri, sebagai bagian dari langkah-langkah darurat untuk menghemat listrik dan bahan bakar di tengah krisis energi yang memburuk.

Sekolah dengan kurikulum asing dan pusat bimbingan belajar swasta juga diminta menangguhkan kegiatan selama periode ini untuk membatasi penggunaan listrik.

Bangladesh, yang bergantung pada impor untuk 95 persen kebutuhan energinya, memberlakukan pembatasan pembelian harian pada penjualan bahan bakar setelah sempat terjadi panic buying dan penimbunan BBM.

Mahasiswa meninggalkan Universitas Dhaka setelah Pemerintah Bangladesh memajukan libur Idul Fitri. (AP/MAHMUD HOSSAIN OPU)

Antrean pembelian SPBU di Dhaka, Bangladesh. AFP/MUNIR UZ ZAMAN

Warga memadati dermaga feri di Dhaka, Bangladesh, menjelang perayaan Idul Fitri. AFP/MUNIR UZ ZAMAN

Kekurangan gas yang parah telah memaksa Bangladesh untuk menghentikan operasi empat dari lima pabrik pupuk milik negara dan mengalihkan gas yang tersedia ke pembangkit listrik untuk menghindari pemadaman listrik yang meluas. (AP/AFP)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantuan Liga Muslim Dunia untuk Tradisi Meugang di Aceh Tuntas Disalurkan ke 16 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Ketua DPRD Andi Jusman dan Wakil Ketua II DPRD Sabir Hadiri Pelepasan Pawai Takbir di Sinjai
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Legenda Laga Chuck Norris Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Gempar, Ronaldo Dicoret dari Timnas Portugal
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Jangan Lewatkan! Ini 7 Amalan Sunah di Hari Raya Idulfitri
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.