Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak akan melakukan gencatan senjata dengan Iran. Ia bahkan menyebut, dari sudut pandang militer, posisi Iran saat ini sudah sangat lemah.
“Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tahu, Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar sedang menghancurkan pihak lain,” ujar Trump saat meninggalkan Gedung Putih, Jumat (20/3), dikutip dari New York Post.
Trump juga menyinggung situasi di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia yang sempat ditutup. Penutupan itu memicu lonjakan harga minyak global, sekaligus menjadi tekanan geopolitik bagi AS dan Israel.
Menurut Trump, langkah Iran justru memperburuk kondisi mereka sendiri.
“Dari sudut pandang militer, yang mereka lakukan hanyalah menyumbat selat. Tetapi dari sudut pandang militer, mereka sudah tamat,” kata Trump.
Ia menilai, untuk membuka kembali Selat Hormuz, tidak diperlukan langkah besar.
“Itu relatif aman, tetapi Anda membutuhkan banyak bantuan, dalam arti Anda membutuhkan kapal, Anda membutuhkan volume,” ujarnya.
Trump juga menyebut kemungkinan keterlibatan NATO dalam membuka jalur tersebut, meski ia mengkritik aliansi itu belum menunjukkan keberanian untuk bertindak.
Bahkan, Trump menyebut Selat Hormuz bisa kembali normal dengan sendirinya.
“NATO bisa membantu kita, tetapi sejauh ini mereka belum memiliki keberanian untuk melakukannya. Dan pihak lain juga bisa membantu,” kata Trump.
“Kita tidak menggunakannya. Anda tahu, pada titik tertentu, itu akan terbuka dengan sendirinya," lanjutnya.
Trump Sebut Iran Butuh 10 Tahun untuk Pulih
Dalam wawancara terpisah, Trump mengklaim kerusakan yang dialami Iran sangat besar hingga membutuhkan waktu lama untuk pulih.
“Saya pikir saya bisa pergi sekarang dan mereka akan membutuhkan 10 tahun untuk membangun kembali. Jika kita bertahan lebih lama, mereka tidak akan pernah bisa membangun kembali,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan perubahan rezim bukanlah tujuan utama operasi AS. Ia menekankan fokus utama AS adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
“Hal utama adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” katanya.
Trump juga mengungkapkan pihaknya sejauh ini menghindari serangan terhadap infrastruktur vital Iran, seperti jaringan listrik dan fasilitas minyak di Pulau Kharg, yang memuat 90% ekspor minyak negara tersebut. Namun, ia tidak menutup jika kemungkinan langkah itu akan diambil.





