Liputan6.com, Jakarta - Berbagai cara dilakukan masyarakat merayakan hari raya Idulfitri, selain bersilaturahmi dengan keluarga. Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi masyarakat Depok untuk mendoakan atau sekadar membersihkan makam orang tua yang sudah meninggal.
Pantauan Liputan6.com di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bedahan, ratusan warga mendatangi sejumlah makam jelang siang. Warga membersihkan tanaman liar di sekitar makam orang tuanya.
Advertisement
“Kami rutin melakukan ziarah kubur saat menjelang Ramadhan maupun saat lebaran ini,” ujar Romi yang merupakan warga Sawangan, Sabtu (21/3/2026).
Selain membersihkan makam orang tuanya, Romi bersama keluarga turut mendoakan orang tuanya yang telah meninggal. Taburan bunga turut diberikan selayaknya tradisi saat melakukan ziarah kubur ke makam orang tua.
“Ziarah kubur ini untuk mengingatkan kita akan orang tua kita saat lebaran Idul Fitri, kita berdoa bersama dengan keluarga untuk orang tua,” ucap Romi.
Banyaknya warga melakukan ziarah kubur menjadi pintu rezeki terhadap penjual bunga. Seperti Mutmainah pedagang bunga tujuh rupa yang mengakui hari raya Idul Fitri menjadi keberkahannya mencari rezeki.
“Bersyukur sejak membuka lapak, banyak yang beli bunga yang saya jual untuk berziarah,” jelas Mutmainah.
Mutmainah mengaku sejak membuka lapak sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, bunga yang dijajakannya sudah menghabiskan 250 kantong. Untuk satu kantong di jual dengan harga sekitar Rp 5.000 sampai Rp10.000.
“Alhamdulillah, sudah laku banyak, air mawar juga sudah habis 200 botol,” terang Mutmainah.




