HARIAN FAJAR, FAJAR – Proses naturalisasi bek Leeds United, Pascal Struijk ke Timnas Indonesia semakin menguat. Munculnya tiga indikasi signifikan yang menunjukkan langkah konkret dari pihak-pihak terkait.
Hal ini menjadi perhatian khusus karena keterlibatan sosok penting seperti anak emas pelatih Shin Tae-yong, Marselino Ferdinan, turut memperkuat sinyal positif tersebut. Diperkuat dengan kode tato burung Garuda.
Simon Grayson dan Misi Khusus di Leeds UnitedSalah satu indikasi utama datang dari kedatangan Simon Grayson, asisten pelatih Timnas Indonesia era John Herdman, yang baru-baru ini mengunjungi Leeds United. Simon Grayson pernah menjadi pelatih Leeds selama empat musim dari 2008 hingga 2012 dan memiliki hubungan historis dengan klub tersebut.
Simon Grayson diduga mendapat tugas khusus dari John Herdman untuk meyakinkan Pascal Struijk agar bersedia membela Timnas Indonesia. Simon Grayson sendiri mengunggah momen kunjungannya ke Leeds melalui Instagram dengan menyatakan kekagumannya terhadap perubahan yang terjadi di markas klub tersebut.
“1st time back since Februari 2012, it’s certainly changed,” jelas Simon Grayson dalam unggahannya.
Pascal Struijk dan Tato Burung Garuda sebagai Kode NaturaliasiIndikasi kedua yang semakin menguatkan adalah unggahan terbaru Pascal Struijk di media sosial yang menampilkan tato burung garuda di kakinya. Unggahan ini diposting pada Rabu, 18 Maret 2026, dan menjadi kode kuat bahwa Struijk memiliki ikatan emosional dengan Indonesia.
Pascal Struijk sendiri memiliki darah Indonesia dari kakeknya, sehingga secara hukum ia masih memenuhi syarat untuk dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Selain itu, Struijk yang berusia 26 tahun ini belum pernah mencatatkan penampilan untuk Timnas Belanda senior, sehingga peluang naturalisasi semakin terbuka.
Peran Marselino Ferdinan dalam Mendukung Proses NaturaliasiIndikasi ketiga datang dari Marselino Ferdinan, pemain yang dikenal sebagai anak emas Shin Tae-yong. Marselino memberikan tanda dukungan dengan menyukai sembilan unggahan terakhir Pascal Struijk di Instagram, termasuk foto tato burung garuda tersebut.
Aksi ini dianggap sebagai kode bahwa Marselino turut mengikuti perkembangan naturalisasi Struijk dan kemungkinan sudah mendapatkan kabar positif mengenai peluang Struijk bergabung dengan Timnas Indonesia. Langkah ini juga menunjukkan sinergi antara pemain muda Indonesia dengan calon naturalisasi yang akan memperkuat tim nasional.
Profil Singkat Pascal StruijkPascal Augustus Struijk lahir di Deurne, Belgia pada 11 Agustus 1999. Ia memiliki tinggi 1,90 meter dan berposisi sebagai bek tengah. Saat ini, Struijk bermain untuk Leeds United sejak Januari 2020 dengan kontrak yang berlaku hingga Juni 2027. Ia memiliki kewarganegaraan Belanda dan Belgia dan dikenal sebagai pemain dengan kaki kiri yang tangguh.
Statistik Karier dan Pengalaman InternasionalSepanjang kariernya bersama Leeds United, Struijk telah tampil dalam 187 pertandingan dengan catatan 14 gol dan 2 assist, serta menghabiskan 14.446 menit bermain. Sebelumnya, ia juga berkompetisi di level junior bersama Ajax Amsterdam U19, ADO Den Haag U19, dan Leeds United U21 dengan catatan gol dan assist yang cukup baik.
Di level tim nasional, Struijk pernah bermain untuk Belanda U17 dalam kompetisi UEFA Under-17 Euro dan U17 Algarve Tournament dengan total tiga pertandingan.
Kendati demikian, peluang naturalisasi Pascal Struijk ke Timnas Indonesia semakin nyata dengan dukungan berbagai pihak dan sinyal positif dari interaksi sosial media serta misi khusus yang dijalankan oleh tim pelatih Timnas Indonesia.





