Trump Buka Peluang Deeskalasi di Iran, tapi Tolak Gencatan Senjata

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump duduk dalam acara makan malam bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih, Washington, AS, Kamis (19/3/2026) waktu setempat. (Sumber: AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya mempertimbangkan untuk "mengendurkan" serangan militer AS ke Iran, tetapi menegaskan pihaknya tidak menginginkan gencatan senjata. 

Pasalnya, Trump mengeklaim pasukan Washington telah hampir mencapai target dalam perang yang diluncurkan sejak 28 Februari 2026 lalu.

Pernyataan ini disampaikan Trump usai harga minyak dunia kembali melambung pascaserangan ke fasilitas energi di Iran dan Teluk Arab. Untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak, Trump pun mengaku akan mencabut sanksi bagi minyak Iran yang telah dimuat ke kapal tanker.

Meskipun demikian, Trump diketahui menambah kekuatan militer AS di Timur Tengah kendati mengaku membuka opsi deeskalasi. AS dilaporkan telah menerjunkan 2.500 pasukan marinir tambahan ke Timur Tengah dan meminta dana perang dari Kongres.

Baca Juga: Trump Sebut NATO Pengecut karena Tak Mau Bantu Lawan Iran: Tanpa AS, Mereka Macan Kertas!

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut Pentagon telah memperkirakan perang di Iran akan usai pada kurun 4-6 pekan. Namun, hingga pekan ketiga perang, belum ada tanda-tanda deeskalasi.

"Hari demi hari, rezim Iran semakin lumpuh dan kemampuan mereka mengancam Amerika Serikat dan sekutu-sekutu kami melemah secara signifikan," kata Leavitt dikutip Al Jazeera, Sabtu (21/3).

Situasi perang di Iran semakin memanas usai Israel menyerang ladang gas di selatan Iran pada tengah pekan lalu. Sebagai balasan, Teheran menggempur fasilitas-fasilitas energi di Teluk Arab, termasuk di Arab Saudi dan Qatar.

Pada Sabtu (21/3), Iran pun meluncurkan dua rudal balistik ke pangkalan militer Diego Garcia di Samudera Hindia. Pangkalan militer tersebut dikelola bersama oleh AS dan Inggris Raya.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyatakan pihaknya telah meluncurkan "pukulan telak" terhadap AS dan Israel sekaligus menegaskan negaranya tidak akan menyerah.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Al Jazeera

Tag
  • donald trump
  • perang iran
  • gencatan senjata iran
  • eskalasi perang iran
  • iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alarm Bahaya! Wabah Menyerang Sejumlah Pemain Sassuolo, Jay Idzes Terancam Batal Gabung Timnas Indonesia?
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Top 5 List: Donat Viral di Jakarta
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Khatib ajak masyarakat Hutanabolon tidak terlarut dalam kesedihan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
InJourney Hidupkan Kembali Hotel Legendaris di Malioboro
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polri Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA Demi Cegah Macet saat Arus Balik Lebaran
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.