Warga Gaza Rayakan Idulfitri dalam Keterbatasan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tiga tahun sudah warga Palestina di Jalur Gaza merayakan Idulfitri dalam bayang-bayang perang, kehancuran, dan krisis kemanusiaan yang mendalam. Momen kemenangan yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.

Meski gencatan senjata telah diserukan, perayaan Idulfitri di Gaza nyaris tak berbeda dengan tahun sebelumnya. Bayang-bayang kelamnya agresi militer Israel masih membekas dalam ingatan warga yang tinggal di sana. 

Hari raya yang seharusnya dipenuhi sukacita, tradisi salat berjamaah, serta keceriaan keluarga yang mengenakan pakaian baru pun kini terasa begitu kontras dengan realitas.

Di antara deretan tenda lusuh yang berdiri di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, kehidupan berjalan dengan ritme yang dipaksa bertahan. Di tempat yang bahkan kekurangan kebutuhan paling dasar, para pengungsi Palestina menemukan cara lain untuk menyambut Idulfitri. 
 

Baca Juga :

COPAS JUDUL LINK DISINI


Mereka mulai memadati lapak-lapak pedagang, yang beberapa di antaranya berdiri di bawah reruntuhan beton apartemen yang hancur akibat pemboman Israel. Meski terhimpit kesulitan ekonomi akibat konflik yang berkepanjangan, warga tetap berusaha berbelanja seadanya, semata-mata demi menjaga asa dan mengangkat kembali semangat anak-anak mereka di tengah keterbatasan."

"Kami datang untuk melihat apa yang bisa kami beli untuk anak-anak, untuk melihat apa yang bisa kami berikan kepada mereka. Kegembiraan ini hanyalah untuk si kecil, bukan untuk orang dewasa. Kami membelikan mereka apa pun dari rezeki yang Tuhan berikan, karena dari mana lagi kami bisa mendapatkan uang? Kami berharap Tuhan meringankan penderitaan kami dan kami bisa kembali ke Rafah, karena kami sudah sangat lelah berada di sini," kata salah satu pengungsi asal Rafah, Jihan Abu Gharara, dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 21 Maret 2026.

Namun tidak semua orang bisa pergi ke pasar. Beberapa keluarga pengungsi yang terpaksa tinggal di area pemakaman di Khan Younis mengaku tidak memiliki uang sepeser pun untuk membeli pakaian baru atau sekadar manisan bagi anak-anak mereka.

Meski disebut sempat mereda, gencatan senjata ini masih diwarnai oleh serangan Israel yang terjadi hampir setiap hari. Pasukan Israel terus melancarkan serangan udara berulang kali dan sering kali melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di dekat zona yang dikuasai militer. Menurut Pejabat Kesehatan Gaza, serangan-serangan ini telah menewaskan lebih dari 650 warga Palestina.





Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Prabowo Beberkan Alasan Indonesia Gabung di BoP
• 2 jam laludisway.id
thumb
Subuh Berdarah! Eks Pengawal Presiden Tewas Ditembak Pasukan Elite TNI di Hari Idul Fitri
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Takbiran di Car Free Night Bundaran HI, Hujan Tak Surutkan Antusias Warga
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Warga Iran Ditangkap usai Coba Masuki Pangkalan Kapal Selam Nuklir Inggris, Sempat Minta Izin
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Ngeri, Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil di Korsel Tewaskan 11 Orang
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.