Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mencatatkan penurunan kinerja keuangan cukup dalam sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan per akhir Desember 2025, emiten yang menjadi andalan portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong ini membukukan laba bersih US$70,61 juta atau sekitar Rp1,19 triliun sepanjang tahun lalu. Perolehan ini merosot 49,33% dibandingkan 2024 yang meraih US$139,36 juta.
Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan kinerja pendapatan perseroan yang juga terkontraksi. Hingga akhir Desember 2025, ABMM mengantongi pendapatan senilai US$1,03 miliar atau turun 13,50% year on year (YoY).
Secara terperinci, mayoritas pendapatan perseroan berasal dari segmen kontraktor tambang dan tambang batu bara yang berkontribusi US$755,01 juta. Adapun segmen jasa menyusul dengan raihan pendapatan US$185,22 juta.
Seturut dengan penurunan pendapatan, beban pokok ABMM juga menyusut 12,58% YoY menjadi US$934,49 juta pada 2025. Alhasil, perseroan mencatatkan laba kotor senilai US$103,67 juta atau terkoreksi 20,97% YoY.
Perihal neraca keuangan, total aset ABMM tercatat mencapai US$2,05 miliar atau terkoreksi 1,92% YoY. Kendati demikian, ekuitas perseroan tumbuh 3,91% YoY menjadi US$880,42 juta dan liabilitas turun 5,88% ke US$1,17 miliar.
Baca Juga
- Perubahan Jumlah Saham Batu Bara ABMM Lo Kheng Hong per 27 Februari 2026
- Lo Kheng Hong Borong 820.000 Saham ABMM Menyambut Tahun Baru Imlek
- Lo Kheng Hong Borong Lagi Saham Emiten Batu Bara ABMM Februari 2026
Adapun salah satu aspek positif yang menonjol dalam laporan kali ini adalah posisi kas dan setara kas yang tumbuh sebesar 17,15% menjadi US$199,52 juta.
Dari lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ABMM kini berada di level Rp2.860 per saham hingga perdagangan Selasa (17/3). Harga itu tumbuh 2,88% sejak awal tahun, tetapi melemah 2,39% selama sepekan terakhir perdagangan.
Di sisi lain, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026, Lo Kheng Hong atau kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini terpantau memiliki kepemilikan di atas 1% pada sedikitnya 13 emiten.
Salah satu emiten dalam portofolio Lo Kheng Hong adalah ABMM. Di saham sektor energi ini, Pak Lo tercatat menggenggam 154,83 juta saham atau setara 5,62%.
Adapun emiten properti PT Intiland Development Tbk. (DILD) menjadi salah satu koleksi dengan persentase kepemilikan tertinggi. Lo Kheng Hong tercatat mendekap sebanyak 696,03 juta saham DILD atau setara dengan 6,71%.
Selain properti, sektor media masih menjadi porsi jumbo dalam portofolionya melalui PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Di emiten milik grup MNC ini, Pak Lo menggenggam sebanyak 1,06 miliar lembar saham atau setara 6,44%.
-----------------
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





