Gubernur DKI Jakarta ke-16, Djarot Saiful Hidayat, menyambangi Balai Kota untuk agenda open house halal bihalal, Sabtu (21/3). Ia berkunjung bersama istri dan anaknya.
Dalam kesempatan ini, ia mengaku merasakan nostalgia. Katanya, ruangan yang dulu ditempatinya, kini menjadi ruangan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
"Saya nostalgia sebentar sama ibu, sama anak, ke kantor, ruangan Wakil Gubernur yang sekarang ditempati oleh Pak Wagub," ucap Djarot kepada wartawan di sela agenda halal bihalal.
"Saya tidak terasa pernah berkantor di situ dua setengah tahun ya," sambungnya.
Menurutnya, ruangan yang dulu ditempatinya kini telah berubah. Ia mengatakan banyak barang bernuansa etnik Betawi yang terpajang di ruangan tersebut.
"Berubah, memang harus diubah. Jadi banyak sekali barang-barang yang bernuansa etnik Betawi di situ. Lukisan-lukisan, bagus," ungkap Djarot.
Atas hal itu, Djarot menilai Rano yang menempati ruangan itu merepresentasikan kecintaannya terhadap budaya Betawi.
"Pak Wagub, Pak Rano itu betul-betul seorang yang cinta budaya ya," kata Djarot.
Selain ruangan Rano, ia juga menyinggung adanya perubahan pada ruang kerja. Ia mengaku pangling ketika melihatnya.
"Dulu tuh begini, ruang kerjanya itu kan luas, besar banget. Tapi mungkin zamannya Pak Sandi (Sandiaga Uno) kali ya, disekat-sekat jadi kecil-kecil begitu ya. Eh jadi sempat kaget aduh. Pangling," ungkap Djarot.
Lebih spesifik, Djarot menyoroti meja kerja di dalamnya. Menurutnya tidak ada perubahan, terlebih ia terkesan dengan posisinya yang menghadap ke Monumen Nasional (Monas).
"Yang sama saya lihat cuma meja kerjanya lah di situ. Ya tetap, paling nyaman itu sebetulnya di lantai atas itu, kita bisa melihat langsung ke Monas. Wah, merasa betul-betul inilah ya, yang nanti akan punya tanggung jawab bangun DKI, karena langsung berhadapan dengan Monumen Nasional," ujar Djarot.
Selain melihat ruangan, Djarot juga mengaku bertemu dengan aparatur yang dulu bekerja bersamanya. Katanya, waktu lebaran ini menjadi momen untuk membangun tali persaudaraan bersama mereka.
"Kemudian kita ketemu sama teman-teman dulu yang sama-sama bekerja di DKI dan berdialog sangat akrab. Karena lebaran ini kan kita betul-betul membangun tali persaudaraan," tutur Djarot.
Djarot juga menyampaikan rasa syukurnya karena para aparatur tersebut masih mengingat dirinya.
"Yang lama nggak pernah ketemu kita ketemu, dan saya bersyukur gitu ya mereka pada banyak ingat sama kita, saya juga ingat sama mereka," kata Djarot.
Djarot pun mengaku memperhatikan para aparatur tersebut memiliki semangat membantu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakilnya, Rano Karno untuk membangun Jakarta.
"Mereka bersemangat untuk bisa membantu Pak Gub dan Pak Wagub membangun Jakarta lebih baik lagi," sebut Djarot.





