Pantau - Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, menekankan pentingnya kerukunan dan toleransi beragama dalam perayaan Idul Fitri yang digelar di KBRI Bern, Swiss, pada Jumat, 20 Maret 2026.
Kegiatan salat Idul Fitri dan halal bihalal tersebut diikuti ratusan warga negara Indonesia dari berbagai kota di Swiss dan Liechtenstein yang datang untuk merayakan hari kemenangan sekaligus mempererat silaturahmi.
Ngurah Swajaya mengapresiasi semangat persatuan yang terasa kuat karena perayaan Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dan Paskah.
Ia menyatakan, "Momentum yang juga beriringan dengan Hari Raya Nyepi dan Paskah yang akan datang, mengingatkan kita bahwa dalam keberagaman, terdapat kekuatan untuk saling menghormati dan memperkuat persatuan," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat rasa kekeluargaan di tengah kehidupan diaspora.
Momentum Toleransi dan KebersamaanNgurah Swajaya menegaskan bahwa Idul Fitri menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar sesama warga Indonesia di luar negeri.
Ratusan WNI yang hadir berasal dari berbagai latar belakang daerah dan budaya yang mencerminkan keberagaman diaspora Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya berisi ibadah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat rasa kebersamaan di perantauan.
Khatib dan imam salat Idul Fitri, Desrial Anwar, mengajak jamaah untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan antarsesama.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi sikap merendahkan orang lain serta membersihkan hati dari kesombongan dalam kehidupan sehari-hari.
Hidangan Lebaran dan Praktik Nyata ToleransiSuasana Lebaran semakin terasa dengan hadirnya berbagai hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan aneka kue tradisional.
Hidangan tersebut menghadirkan nuansa kampung halaman bagi masyarakat Indonesia yang berada jauh dari tanah air.
Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Bern, Dahlia Kusuma Dewi, menyampaikan, "Semangat kebersamaan sangat dirasakan dalam setiap momentum Lebaran ini; hidangan yang disajikan dan penataan lokasi acara juga turut dipersiapkan oleh saudara-saudara kita dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa persiapan acara melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama sebagai bentuk nyata toleransi.
Keseluruhan kegiatan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia di luar negeri.




