Penulis: Abdul Hayyu
TVRINews, Surabaya
Ribuan warga memadati Halaman Taman Surya, Surabaya, untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas sikap toleransi masyarakat Kota Pahlawan, terutama pada momen Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi tahun ini.
Apresiasi tersebut disampaikan usai pelaksanaan Salat Idulfitri yang digelar Pemerintah Kota Surabaya di halaman Balai Kota, Sabtu, 21 Maret 20 Sejak lagi. Si mana? fajar, gema takbir mengiringi ribuan jemaah yang hadir. Di bawah langit pagi yang cerah, shalat berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Shalat dipimpin oleh Muhammad Anwari, seorang qori nasional yang bertindak sebagai imam. Sementara khotbah Idulfitri dibawakan oleh Abdul Kadir Riyadi, yang menyampaikan pesan spiritual dan kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Eri menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi pembangunan Kota Surabaya. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dan Idulfitri dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Persatuan itu lebih penting. Kita harus bekerja bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri. Bukan mencari siapa yang mengejar popularitas atau siapa yang terbaik, tapi bagaimana dengan kebersamaan itu kita bisa mencapai hasil maksimal bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Selain itu, Eri menyoroti kuatnya nilai toleransi warga Surabaya, terlihat dari harmonisnya perayaan Idulfitri dan Nyepi yang berlangsung berdekatan.
Umat Muslim yang menggelar takbiran tetap menjaga ketenangan di lingkungan umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian.
“Alhamdulillah, toleransi di Surabaya luar biasa. Saat Nyepi, warga yang merayakan takbiran di masjid menghormati umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras suara luar dan tidak mengadakan takbir keliling di sekitar tempat ibadah umat Hindu,” ujarnya.
Eri juga mengingatkan agar perbedaan penetapan waktu Salat Idulfitri tidak menjadi pemicu perpecahan. Ia menekankan bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan justru memperkaya kehidupan bermasyarakat.
“Ada yang salat kemarin, ada yang hari ini. Perbedaan itu adalah keindahan, jangan pernah saling menyalahkan. Keyakinan itu masing-masing, yang penting tidak saling menjatuhkan atau menjelekkan,” tambahnya.
Pemkot Surabaya bersama aparat keamanan dan warga terus menjaga kondusivitas, khususnya selama libur Lebaran. Eri juga mengimbau warga yang mudik untuk melapor ke RW setempat agar keamanan tetap terpantau, mengingat kedamaian menjadi syarat utama agar pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial dapat berjalan lancar.
Editor: Redaktur TVRINews




