Kakorlantas Siapkan Skema Arus Balik Lebaran 2026, Simak

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bergerak cepat menyiapkan strategi pengamanan arus balik Lebaran 2026. 

Antisipasi dilakukan menyusul adanya lonjakan signifikan jumlah pemudik tahun ini yang mencapai angka 270 juta pergerakan.

BACA JUGA: Mudik Jadi Peluang Ekonomi, GMT Property Services Ajak Karyawan Bawa Produk Lokal

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa titik fokus pengamanan akan tersebar di sejumlah wilayah aglomerasi mulai dari Solo Raya, Semarang Raya, Jabodetabek, Bali, hingga Malang Raya.

"Semua sudah kami antisipasi melalui pos pengamanan, pos pelayanan, termasuk pos terpadu. Masing-masing Polda sudah siap siaga," kata Irjen Agus di Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/3).

BACA JUGA: Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Dia menjelaskan nerdasarkan data traffic counting, arus balik diprediksi akan didominasi oleh kendaraan dari arah Trans Jawa sebesar 66 persen, sementara dari arah Jawa Barat mencapai 33 persen.

Untuk mengurai kepadatan dari arah Jawa Barat, Polri menyiapkan solusi strategis dengan mengoperasikan fungsional Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan.

BACA JUGA: Korlantas Polri Telah Siapkan Skema Arus Balik Lebaran 2026, Tol Fungsional Jadi Kunci

"Alhamdulillah, Japek 2 Selatan sudah kami uji coba. Nanti pada saat puncak arus balik, akan kami buka penuh dari Sadang sampai ke Setu untuk membantu memecah arus," ungkapnya.

Selain Japek 2 Selatan, Tol Bocimi juga menjadi jalur andalan untuk mengurai kemacetan di Jawa Barat.

Kakorlantas menjelaskan bahwa pengelolaan arus balik dari arah Trans Jawa akan mulai diperketat pada H+2 atau tanggal 23 Maret 2026.

Dia menyebutkan jika hasil traffic counting menunjukkan peningkatan volume kendaraan, rekayasa lalu lintas satu arah atau one way akan langsung diterapkan.

"Tanggal 23 ini kami sudah mulai mengelola traffic counting. Bila perlu, kami lakukan one way lokal sepenggal tahap pertama dari KM 414 (Kalikangkung) menuju KM 70 (Cikatama)," jelasnya.

Skenario ini rencananya akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama kemungkinan akan ditarik hingga KM 263 Pejagan.

Namun, kata dia, jika kepadatan atau 'bangkitan' kendaraan masih tinggi, pola one way akan diperpanjang hingga KM 70.

"Di KM 70 terjadi penyempitan, lalu melebar lagi di KM 36 ke arah Jakarta. Di titik itu, kami siapkan juga contraflow mulai dari KM 70, KM 55, hingga KM 36, tergantung tingginya arus di lapangan," kata Irjen Agus.

Langkah antisipasi ini diambil berdasarkan evaluasi arus mudik yang mencatatkan kenaikan volume kendaraan dari 258 juta menjadi 270 juta unit.

Polri mengimbau masyarakat untuk terus memantau jadwal rekayasa lalu lintas agar perjalanan kembali ke ibu kota tetap nyaman dan aman.(mcr8/jpnn)

 

Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penampakan Asap Tebal Membumbung Tinggi di Kebakaran Pabrik Otomotif
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Okta Kumala Dewi Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Ketegangan Global Jelang Idulfitri
• 21 jam lalupantau.com
thumb
9 Rekomendasi Film Horor Kisah Nyata Terseram
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bejo Jahe Merah Dukung Mudik Gratis Jawa Tengah 2026 Tanpa Masuk Angin
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Khidmatnya Salat Id di Kaki Gunung Ciremai, Kuningan
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.