JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan tidak akan ada operasi yustisi bagi pendatang baru usai arus mudik Lebaran 2026.
Meskipun begitu, ia meminta kepada para pendatang yang ingin bekerja di Jakarta memenuhi persyaratan administrasi serta memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dijalani.
Baca juga: Tak Ada Operasi Yustisi Pramono Ungkap Syarat untuk Pencari Kerja di Jakarta
“Kami meminta bagi siapa pun yang ingin bekerja di Jakarta, tentunya melengkapi diri dari semua syarat-syarat administrasi, dan kemudian juga bekerja sesuai dengan kapabilitasnya,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Menurut dia, Jakarta terbuka bagi pendatang dari berbagai daerah yang ingin mencari kerja.
Namun, ia menegaskan para pendatang tetap mengikuti aturan yang sudah berlaku di Jakarta.
Selain itu, fenomena lonjakan pendatang usai Lebaran merupakan hal yang kerap terjadi setiap tahun.
Baca juga: Pramono dan Rano Karno Lebaran ke Rumah Megawati di Teuku Umar
Maka dari itu, ia sudah memprediksi akan ada lonjakan pendatang saat musim arus balik 2026 nanti.
“Memang sekarang ini kami juga menduga bahwa pasti ada lonjakan orang untuk mencari kerja di Jakarta,” ucap Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang