Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat ini tengah menyiapkan strategi arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Di mana, pihak kepolisian memprediksi ada 66 persen kendaraan akan menuju jalur Trans Jawa, sedangkan 33 persen lainnya ke Jawa Barat.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan, jika pihak memperkirakan lonjakan akan terjadi dari berbagai wilayah, termasuk Solo Raya, Semarang, Jabodetabek, Bali, dan Malang sejak H+1 lebaran.
“Kami informasikan tentunya strategi untuk arus balik sudah kami siapkan juga. Jadi persentase traffic counting yang menuju ke Jawa Barat, yang menuju ke Trans Jawa, itu, ke Trans Jawa kurang lebih 66 persen. Nanti akan kita kelola pada saat arus balik. Yang ke Jawa Barat itu 33 persen,” kata dia pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia menegaskan jika sejumlah rekayasa lalu lintas (lalin) telah disiapkan guna mengurai kepadatan. Salah satunya adalah uji coba Tol Japek II Selatan yang akan dibuka penuh saat puncak arus balik.
“Ya alhamdulillah nanti yang dari Jawa Barat, solusinya cukup strategis ya, karena Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan (ruas Sadang-Setu) Tadi sudah kita lakukan uji coba, nanti pada saat arus puncak, nanti akan kita buka penuh,” ucap dia.
Ia mengatakan, jika nantinya pengamanan akan diperketat di jalur wisata dan pelabuhan, termasuk Bakauheni, Merak, dan Gilimanuk, untuk memastikan perjalanan mudik dan balik tetap lancar.
Agus juga memastikan, situasi keamanan tetap terkendali selama operasi Lebaran, tanpa ada kejadian menonjol yang mengganggu arus mudik.
Selain itu, saat ini angka kecelakaan juga tercatat menurun. Fatalitas korban meninggal turun 27 persen, sedangkan jumlah peristiwa turun 3,5 persen.
“Jadi tidak ada peristiwa yang menonjol. Termasuk Kamseltibcarlantas juga sudah kami laporkan kepada Bapak Kapolri per H 8 hari pada saat operasi. Peristiwa kecelakaan berkaitan dengan fatalitas korban meninggal dunia turun 27 persen. Jadi ini dinamis ya, kemarin kan 24 persen, sekarang 27 persen,” ujar dia.
“Peristiwanya itu turun 3,5 persen. Ini alhamdulillah tentunya akan kita pertahankan sampai nanti pada arus balik,” tukasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





