JAKARTA, DISWAY.ID– Taman Impian Jaya Ancol bersiap menghadapi puncak kunjungan wisatawan pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026).
Pengelola kawasan wisata pesisir di utara Jakarta ini memproyeksikan terjadinya "ledakan" jumlah pengunjung seiring dengan bertemunya momentum hari raya dengan libur akhir pekan.
Manager Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, mengonfirmasi bahwa setelah tren kunjungan yang relatif landai pada hari pertama, grafik wisatawan dipastikan akan meningkat tajam.
BACA JUGA:Ancol Pecah Tradisi! Idul Fitri 2026 Dirayakan dengan Pesta Kembang Api Perdana
Karakteristik warga Jakarta yang biasanya mengutamakan silaturahmi keluarga pada hari pertama, cenderung memilih berekreasi pada hari berikutnya.
“Hari pertama Lebaran biasanya masih masa transisi bagi warga. Namun, untuk hari kedua, terlebih bertepatan dengan hari Minggu, kami memprediksi akan terjadi lonjakan kunjungan yang cukup signifikan,” ujar Daniel di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Untuk menyambut gelombang wisatawan tersebut, Ancol telah menyiapkan berbagai rangkaian agenda hiburan tematik.
Salah satu yang paling dinantikan adalah pesta kembang api perdana khusus momentum Lebaran yang akan diselenggarakan di Pantai Lagoon pada malam hari kedua dan ketiga.
Selain itu, unit rekreasi di bawah naungan Ancol turut menghadirkan program unggulan:
- Dunia Fantasi (Dufan): Pementasan drama musikal "Hayala" yang mengolaborasikan unsur budaya tradisional, aransemen musik kontemporer, dan kecanggihan teknologi visual.
- Sea World: Menghadirkan atraksi bawah air unik bertajuk “Arabian Diver” dengan nuansa Timur Tengah yang kental, disertai perpanjangan jam operasional hingga malam hari.
- Jakarta Bird Land: Menampilkan pertunjukan edukatif “Jungle Hero Seri 2” yang menyasar segmen keluarga dan anak-anak.
BACA JUGA:Ancol Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran, Pengelola: 500 Personel Dikerahkan!
Strategi memperpanjang jam operasional dan menghadirkan atraksi malam hari diharapkan dapat memecah konsentrasi massa agar tidak hanya bertumpu pada siang hari.
Hal ini juga dilakukan untuk memberikan pengalaman berwisata yang lebih nyaman dan variatif bagi masyarakat yang menghabiskan waktu libur di Jakarta.





