Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, menyarankan, anak yang sedang terkena campak sebaiknya diisolasi dan tidak kumpul keluarga selama Lebaran 2026.
"Kalau mereka nanti campak harus dilakukan isolasi, jangan ikut kumpul-kumpul bersama keluarga di kampung. Kalau perlu pakai masker, sehingga tidak menulari anggota keluarga yang lainnya," kata Wamenkes Dante, di Jakarta, melansir Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.
Wamenkes menjelaskan gejala campak mudah dideteksi secara dini karena kasat mata, seperti muncul bintik-bintik di belakang leher.
Baca Juga :
Waspada Campak Saat Lebaran, Begini Cara MengantisipasiPenyakit campak saat Lebaran 2026 harus jadi perhatian mengingat tingkat kasusnya masih tinggi di beberapa daerah. Terlebih di momen Lebaran, pergerakan masyarakat semakin masif.
Melansir laman Kemenkes, Metrotvnews telah merangkum gejala dan pencegahan campak pada anak sebagai berikut:
Gejala Campak
- Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
- Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus dan sakit tenggorokan
- Lemas dan letih
- Demam tinggi
- Bercak kemerahan
- Sakit dan nyeri
- Tidak ada selera makan
- Diare atau dan muntah-muntah
- Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan
Ilustrasi - Campak. Foto: ANTARA/Shutterstock.
Pencegahan
- Imunisasi campak
- Berikan ASI untuk mencegah infeksi ini pada bayi
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan
- Rutin mendisinfeksi benda dan permukaan di rumah
- Meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan memberi asupan makanan yang bergizi, tidur yang cukup serta rutin berolahraga




