Momen Perayaan Idulfitri 2026, Mintarsih: Masyarakat Inginkan Kesenjangan Sosial Jangan Makin Melebar

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Perayaan hari raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di berbagai kawasan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berlangsung meriah, seusai umat Islam menjalankan perintah berpuasa sepanjang bulan ramadan.

Tak terkecuali di rumah psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ yang berada di Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan ramai oleh kedatangan para tetangga, keluarga dan karib kerabatnya.

BACA JUGA: Mintarsih Mengaku Sudah Prediksi Persoalan di Pasar Modal dan Otoritas Akan Sampai ke Presiden

Menurut Mintarsih, momen lebaran ini sebaiknya dijadikan awal yang lebih baik lagi bagi pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

"Sebab di masyarakat terlihat jelas menginginkan suatu perubahan yang cepat. Masyarakat ingin segera mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak, masalah pengangguran sudah sangat mengkhawatirkan. Kesenjangan sosial jangan makin melebar," ujar Mintarsih kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 21 Maret 2026.

BACA JUGA: Merespons Menkeu Soal ‘Penggorengan’ Saham, Mintarsih Singgung Haknya di PT Blue Bird Taxi

Dia menjelaskan media massa dan media sosial yang sedemikian gencarnya mengabarkan segala bentuk masalah ketimpangan, kejanggalan atau segala bentuk perlakuan tidak adil adalah kenyataan yang mau tidak mau harus dapat diselesaikan.

Mintarsih mencontohkan seperti misalnya mobil mewah gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud yang harganya sebesar Rp 8,5 miliar hingga menuai kecaman dari masyarakat, lalu silih berganti ramainya netizen mengutuk melalui berbagai konten di media sosial soal gaya hidup hedonis gubernur dan istrinya itu yang memuncak sejak awal 2026.

BACA JUGA: Merespons Dugaan Penjualan Pulau, Psikiater Mintarsih: Masyarakat Akan Makin Miskin

Kemudian dikembalikan akibat sorotan tajam masyarakat, hingga Presiden Prabowo Subianto pun ikut angkat bicara.

Pengembalian mobil mewah Range Rover Autobiography P550e dilakukan akibat banjir kritikan pedas masyarakat dan setelah disinggung oleh Presiden Prabowo terkait efisiensi anggaran.

"Jadi, ini adalah suatu kenyataan, bahwa masyarakat sudah terlibat langsung mengawasi para pejabat, masyarakat menumpahkan segala bentuk kekesalan mereka di media sosial mereka. Karena semua dapat melihat sendiri bahwa, masih banyak kemiskinan, kesulitan ekonomi masyarakat yang seharusnya para penyelenggara negara berempati," ujar Mintarsih yang juga dikenal sebagai Tokoh Masyarakat di Jakarta.

Ketika disinggung soal penegakan hukum, Mintarsih menerangkan sudah ada perbaikan menuju ke arah yang lebih baik, seperti penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap para pelaku tindak pidana korupsi, dan ini masih menjadi harapan masyarakat agar proses hukum berjalan tuntas serta menimbulkan efek jera.

"Sebab jika dicermati, masyarakat atau netizen juga mendambakan perlakuan hukum yang dapat menimbulkan efek jera, sehingga kejahatan kasus korupsi bukan malah bertambah banyak. Netizen pun melalui konten dan lagu mereka yang futuristik sesungguhnya mengharapkan aparat hukum, mampu berlaku adil sebagaimana ketentuan undang-undang dan sumpah jabatan," ujar Mintarsih.

Selain itu saat ditanyakan mengenai gugatan sebesar Rp140 miliar yang masih dihadapi, Mintarsih mengatakan telah mengetuk pintu Mahkamah Agung (MA) dengan mendatangi langsung gedung MA tersebut.

"Karena putusan gugatan kepada saya sebesar Rp140 miliar itu sangat tidak masuk akal sehat," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Mintarsih A. Latief diwajibkan oleh putusan pengadilan untuk membayar kerugian imateriel serta mengembalikan gaji, honor, dan THR yang diterimanya selama puluhan tahun bekerja di Blue Bird dengan total nilai mencapai Rp 140 miliar.

Adapun di satu sisi Mintarsih, melaporkan Purnomo Prawiro, Gunawan Surjo Wibowo, Sri Ayati Purnomo, Sri Adriyani Lestari, Adrianto Djokosoetono, Kresna Priawan, Bayu Priawan, Sigit Priawan dan suami dari Nikita Willy yaitu Indra Priawan ke Bareskrim dalam kasus penghilangan saham miliknya di Blue Bird Taxi sebesar 21 persen.

"Saham saya yang diambil adalah 21,67 persen. Dan, 0.595 persen disisakan. Sebetulnya bukan dihilangkan, namun diambil atau digelapkan," ungkap Mintarsih.(fri/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Sebut Korban Tewas akibat Kecelakaan Menurun, Imbau Pemudik Jangan Buru-Buru Cepat Sampai
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Sudah jadi Artis Terkenal, Ayu Ting Ting Tetap Keliling Gang di Depok Rayakan Lebaran
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Handphone vs Mekanisme Brain Rot
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Hangat Prabowo, Titiek Soeharto, dan Didit di Istana saat Lebaran 2026
• 29 menit lalurctiplus.com
thumb
Dimona Wilayah Fasilitas Nuklir Israel Mulai Diserang Rudal Iran, Puluhan Korban Berjatuhan
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.