Korlantas Polri mulai menyiapkan strategi arus balik Lebaran dengan mengacu pada evaluasi selama periode mudik. Salah satu fokusnya adalah mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan akan lebih besar.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut, peningkatan volume kendaraan saat mudik menjadi indikator penting dalam menyusun skenario arus balik.
“Pengalaman arus mudik, kan ada peningkatan yang cukup signifikan. Dari 258 menjadi 270. Tentunya nanti arus baliknya juga harus kita antisipasi,” kata Agus di Km 29, Cikarang Utara, Sabtu (21/3).
Ia menjelaskan, distribusi kendaraan menuju wilayah Jawa Barat dan Trans Jawa menjadi dasar pengaturan lalu lintas saat arus balik.
“Jadi flow total lalin yang menuju ke Jawa Barat, itu kurang lebih 30 sampai 35%. Itu nanti akan kita kelola. Nah nanti solusinya yang dari Jawa Barat, kan sudah ada Japek 2 Selatan, itu sudah membantu sekali. Termasuk yang ada di Bocimi,” jelasnya
Sementara itu, kendaraan dari arah Trans Jawa diperkirakan mendominasi arus balik. “Terus yang dari Trans Jawa, kurang lebih hampir 66%. Ini yang harus kita kelola,” jelasnya
Korlantas juga menyiapkan rekayasa lalu lintas bertahap, termasuk kemungkinan penerapan one way lokal hingga contraflow di titik tertentu.
“Bila perlu di tanggal 23 ini kami sudah lakukan one way lokal sepenggal tahap pertama. Dibalik, dari 414 menuju ke 70. Kemungkinan nanti kami bagi dua tahap," kata dia.
“Contraflow dari kilometer 70 sampai mungkin 55 atau mungkin sampai 36. Nanti kita lihat flow-nya tinggi atau tidak,” tambahnya.
Adapun, prediksi puncak arus balik terjadi pada tanggal 24 Maret 2026. Kakorlantas akan melaksanakan one way nasional untuk mengantisipasi kepadatan arus.





