Penulis: Adim Muchtadim
TVRINews, Kota Cilegon
Arus penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan menunjukkan tren peningkatan signifikan selama periode 11 hingga 19 Maret 2026, seiring mendekati Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan data operasional, total penumpang yang menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni mencapai 134.667 orang. Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat sebanyak 78.994 unit, serta kendaraan logistik berupa truk sebanyak 14.151 unit.
Tingginya angka tersebut menegaskan peran strategis Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan alternatif untuk mengurai kepadatan di lintasan utama Jawa–Sumatra.
General Manager Pengendali Operasi Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Tomi Hendri menyebut seluruh operasional berjalan lancar selama periode mudik.
“Sejauh ini lancar semua, kerja sama berjalan dengan baik. Keamanan dan kesehatan juga berjalan dengan baik, kapal juga lancar,” ujarnya.
Puncak arus mudik di pelabuhan ini tercatat terjadi pada 17 dan 18 Maret 2026 atau H-4 hingga H-3 Lebaran. Meski sempat terjadi kepadatan kendaraan, kondisi di lapangan tetap dapat dikendalikan oleh petugas gabungan.
Memasuki H-1 Lebaran, jumlah pemudik sepeda motor mulai berkurang. Sebagian pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan saat puncak arus mudik.
Seiring dengan itu, operasional penyeberangan kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan resmi ditutup pada Jumat pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, arus kendaraan dialihkan kembali ke Pelabuhan Merak.
Kelancaran arus mudik di Pelabuhan Ciwandan tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta operator penyeberangan dalam mengatur distribusi kendaraan dan penumpang selama periode Lebaran.
Editor: Redaktur TVRINews





