Ada yang berbeda dengan Idulfitri 1447 Hijriah bagi warga Iran. Mereka harus merayakan hari kemenangan di tengah situasi perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Ribuan umat Muslim melaksanakan salat Idulfitri di Iran yang jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026), warga Iran melaksanakan salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan sehari setelah sebagian besar negara muslim lainnya.
Saat fajar, kerumunan jemaah berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini di pusat Teheran, yang dinamai menurut nama pendiri republik Islam tersebut.
Karena keterbatasan ruang, banyak jamaah melaksanakan salat di luar, dengan televisi pemerintah menayangkan gambar-gambar area yang ramai di sekitar masjid, meskipun ada risiko serangan.
Televisi Iran juga menayangkan warga salat Id di tempat lain di negara itu, termasuk di Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, dan kota Abadan di barat.
Sebagai informasi, Ibu Kota Iran masih terus dibombardir sampai saat ini. Iran hampir setiap hari dibombardir sejak serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel memulai perang pada 28 Februari, yang menewaskan para pejabat tinggi, termasuk pemimpin tertinggi republik Islam tersebut.
(maa/maa)





